Sport

Trail Run 2018, Sensasi Berlari di Kawasan Bekas Tambang

Berbeda dengan event pada umumnya, Trail Run 2018 rencananya akan dilangsungkan di Kawasan Pabrik Semen Indonesia, di Gresik, Jawa Timur.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Road to Trail Run 2018, di Hyatt Regency Yogyakarta, Sleman, Minggu (23/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pamor olahraga running dewasa ini semakin meningkat.

Untuk mewadahi minat masyarakat yang begitu besar, PT Semen Indonesia bakal menyelenggarakan Trail Run 2018, pada 11 November mendatang.

Baca: Saat Usia Tak Batasi Pelari-pelari Ini Unjuk Kebolehan

Namun, berbeda dengan event pada umumnya, Trail Run 2018 rencananya akan dilangsungkan di Kawasan Pabrik Semen Indonesia, di Gresik, Jawa Timur.

Praktis, para peserta pun dihadapkan dengan medan yang lebih berat, sekaligus menantang.

Dijumpai usai agenda Road to Trail Run 2018, di Hyatt Regency Yogyakarta, Sleman, Minggu (23/9/2018), Kepala Biro Huhungan Media PT Semen Indonesia, Sigit Wahono, mengatakan bahwa rute yang akan dilalui nanti bisa dikatakan lain dari yang lain.

"Karena itu kita namakan Trail Run. Medan yang dilalui tidak hanya jalanan aspal saja, para peserta akan berlari melewati area bekas tambang kita, yang sehari-harinya tak bisa dilewati sembarang orang," katanya pada Tribunjogja.com.

Sigit mengungkapkan, medan untuk Trail Run 2018 tersebut merupakan kawasan tertutup.

Namun, khusus event kali ini, pihaknya sengaja mengondisikan bagaimana supaya area pabrik dan bekas tambang itu, bisa dilalui para peserta secara aman.

"Ada spot-spot menarik, karena itu letaknya di dataran tinggi Gresik, ya. Tapi, memang area itu sudah menjadi kawasan hijau, karena sudah direklamasi, jadi tidak terlalu terasa kalau di situ bekas tambang," jelasnya.

Walau begitu, lanjut Sigit, pihaknya tetap menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh peserta, dengan menyadiakan tenaga medis dan water station di beberapa titik.

Ia pun berharap, peserta menyesuaikan dengan kemampuannya masing-masing.

"Jadi, harapannya peserta tidak memaksakan diri. Kalau biasanya di jalanan mereka bisa kuat dan cepat, di sini belum tentu, karena medannya lebih berat," cetusnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Trail Run 2018, Gemilang Andriyanti Roberto menuturkan bahwa tahun ini jumlah peserta ditingkatkan menjadi 2.000 orang, dengan dua kategori.

Lanjutnya, kategori terbuka sejauh 21K diperuntukkan bagi pelari Nasional dan Internasional. 

Baca: Pelari Indonesia Cetak Sejarah Juara Dunia 100 Meter

"Sedangkan kategori tertutup, yakni dengan jarak tempuh sejauh 10K, hanya untuk pelari Nasional saja" tuturnya.

Gemilang pun memaparkan, dalam Road to Trail Run 2018 di Yogyakarta, selain running, agenda kali ini juga diisi dengan U-Jam bersama Dance and Fitness Instructor Annissa Munaf, serta Strength Training bersama Athletic Trainer Muhammad Desfian. 

"Acara ini diikuti oleh 75 pelari dari berbagai komunitas di Yogyakarta dan sekitarnya," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved