4 Hal yang Orangtua Harus Tahu Jika Anak Hobi Main Game Fortnite
Fortnite menjadi satu di antara gim yang digandrungi mulai dari dewasa hingga anak-anak usia sekolah
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Mona Kriesdinar
Pertama, diluncurkan dengan judul terpisah dan kini dikenal dengan Fortnite: Save the World, untuk menggaet penggemar dan komunitas.
Kedua, permainan ini dirilis gratis.
Ketiga, Fortnite bisa dimainkan tak hanya di PC, tapi juga Xbox, PlayStation, Switch, dan ponsel pintar.
3. Mengapa Fortnite bisa sangat populer?
Jika PUBG sedikit serius, maka Fortnite dianggap cukup menghibur.
Permainan ini diselipi humor yang dapat sedikit meredakan ketegangan.
Fortnite: Battle Royale cukup ceria dan lebih mirip grafis kartun, dan pilihan kostumnya cukup unik, misalnya astronot dan dinosaurus.
Pemain juga bisa menari dan melakukan gerakan-gerakan lucu.
Para pemain juga bisa berkomunikasi dengan rekan setim (2-4 pemain) mereka yang mungkin tak saling kenal.
4. Bagaimana orangtua bisa mengontrol permainan anak?
Jika anak anda bermain Fortnite menggunakan Xbox, PlayStation, atau Switch, anda bisa memakai fitur parential control untuk membatasi durasi anak saat bermain.
Anda juga tidak perlu terlalu khawatir tentang kekerasan yang mungkin bisa memberi dampak buruk pada anak.
Animasi di Fortnite cukup ramah bagi anak, tidak ada kekerasan berdarah walaupun ini gim peperangan.
Yang jelas adalah anda harus memperhatikan durasi bermain anak.
Atau dampingi saat anak bermain, namun jika ingin bermain Fortnite bersama anak, anda juga harus disiplin membatasi jam main anda, agar anak bisa mencontoh.
(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/game-fortnite-diluncurkan-di-android_20180521_202920.jpg)