Tak Biasa, 9 Badai Aktif Terbentuk Bersamaan di Samudera Atlantik dan Pasifik
Sembilan titik melingkar di mana cuaca paling ekstrem diperkirakan akan terjadi di sejumlah tempat di dunia pada akhir pekan
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.com - Citra satelit yang mengejutkan ini menunjukan bahwa Badai Florence ternyata hanyalah salah satu dari sembilan badai berbahaya yang saat ini berputar di seluruh dunia.
Dalam gambar yang dirilis pada Rabu (12/9/2018) itu terlihat sembilan titik melingkar di mana cuaca paling ekstrem diperkirakan akan terjadi di sejumlah tempat di dunia pada akhir pekan ini.
Jamaica Weather yang mengunggah foto itu mengatakan bahwa ini akan menjadi akhir pekan yang buruk. "Lihatlah melintasi wilayah Tropis," tulisnya.
Adapun setiap badai yang tampak dalam peta ditandai dengan nama masing-masing.
Ada badai Helene, dan badai Isaac yang tampak mengitari Samudera Atlantik. Sementara badai berkode 95L berada di jalur Karibia.
Badai Olivia juga terlihat mengarah ke Hawaii, sementara badai tropis Paul tampak mendekati pantai barat Meksiko.
Di wilayah Asia, tampak badai berkode 91W, badai Mangkhut dan badai berkode 27W tampak berbaris di Pasifik Barat dan bersiap menuju ke wilayah Asia Tenggara.
Para ahli badai mengatakan bahwa ini merupakan fenomena yang tak biasa terutama lantaran munculnya badai aktif di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik pada waktu yang bersamaan.
"Hal yang menarik sekarang adalah Pasifik masih aktif, tetapi Atlantik juga sangat aktif, ini yang tidak normal," kata Phil Klotzbach, peneliti sains atmosfer di Colorado State University, kepada NBC News .
"Aku terkejut melihat Pasifik dan Atlantik aktif pada saat yang sama," tambahnya.
Sejak musim angin topan dimulai musim panas ini, ada sembilan badai yang disebut lahir di Atlantik dengan kekuatan di atas rata-rata.
Sementara ada 15 badai yang diidentifikasi di Pasifik sejak musim angin topan dimulai.
Di Twitter dan Facebook, pengguna bereaksi terhadap citra satelit Jamaica Weather yang memeringatkan mereka yang berada di jalur badai untuk berhati-hati.
Badai Helene saat ini merupakan badai Kategori 2 yang tidak mungkin mencapai daratan. Sebaliknya, diperkirakan badai ini akan melayang ke Atlantik setelah menabrak perairan yang lebih dingin.
Adapun Badai Tropis Isaac diturunkan statusnya dari badai pada hari Selasa, tetapi masih memiliki kecepatan angin 60 mph, sehingga Pusat Badai Nasional mengawasi badai saat badai itu menuju Karibia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/9-badai-aktif-di-samudera-atlantik-dan-pasifik_20180913_124710.jpg)