Yogyakarta

Audiensi Paguyuban Becak Motor dan Pemda DIY Tak Buahkan Hasil

Audiensi terkait realisasi alternatif tenaga penggerak becak motor oleh PBMY dan pemda DIY tidak membuahkan hasil.

TRIBUNjogja.com | HASAN SAKRI
BECAK Sejumlah becak melintas di kawasan Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Rabu (14/2/2018) Saat ini kendaraan roda tiga ini sudah banyak yang dimodifikasi menjadi becak motor meskipun sampai saat ini legalitas dari becak motor belum ada 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Audiensi terkait realisasi alternatif tenaga penggerak becak motor dilakukan oleh Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) bersama dengan pemerintah DIY di Kantor Gubernur DIY pada Kamis (13/9/2018).

Edi Rahayu Ketua Sub Malioboro 2 dan 3 PBMY mengungkapkan jika dari audiensi yang dilakukan tidaklah membuahkan hasil.

Yang mana dari pihak pemerintah DIY yang hadir hanyalah dari Dinas Perhubungan.

Baca: Pemkot Yogya Lakukan Kajian Becak Motor

Padahal, Edi mengatakan jika pihaknya sudah 2 kali melayangkan surat terkait masalah yang sama.

"Tidak ada hasil bagi pengemudi bentor. Orang-orang pemerintahan tidak ada yang datang kecuali dari dishub, padahal yang diharapkan warga bentor adalah beliau-beliau yang berwenang seperti dari wali kota, Pemprov, seyogyanya hadir," terangnya.

Edi mengatakan, jika tuntutan yang dilayangkan tetaplah sama, yakni dari pengemudi becak motor masih tetap bisa beroperasi.

Menurutnya, opsi becak alternatif yang ditawarkan oleh pemerintah tidaklah menguntungkan bagi pengemudi.

"Kalau tuntutan kita tetap, kita masih ingin terus mengayuh bentor. Becak alternatif tidak menguntungkan. Pertama soal kekuatan jelas tidak kuat kita sudah uji coba. Soal kerusakan memperbaiki dimana nanti juga sulit menemukannya," katanya.

Baca: Becak Kayuh Malioboro Berharap Ditata, Bukan Digeser

Menurutnya, becak motor bukanlah saingan bagi becak kayuh.

"Opsi alternatif tidak menguntungkan bagi kaum becak montor, sebenarnya kita bukan saingan angkutan lain, tapi karena perubahan zaman. Tenaga kita semakin berkurang, sedangkan tuntutan hidup semakin meningkat. Oleh karenanya kita menggunakan mesin mesin motor butut yang dipasang ke bentor kita," terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved