Pendidikan

Resmi Luncurkan Sekolah Rujukan, SMAN 2 Bantul Terbuka bagi Sekolah Lain untuk Berbagi Ilmu

SMA Negeri 2 Bantul telah melampaui kriteria minimal dari delapan standar nasional yang ditetapkan.

Tayang:
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Ustaz Yusuf Mansyur menyampaikan ceramah di depan siswa-siswi SMA N 2 Bantul dalam pengajian akbar dan launching sekolah rujukan, Rabu (12/9/2018) siang di SMAN 2 Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - SMA Negeri 2 Bantul resmi meluncurkan sekolah rujukan, pada Rabu (12/9/2018) siang.

Peluncuran sekolah rujukan ini dilakukan setelah menerima surat keputusan dari Kementerian Pendidikan.

Baca: PMI Bantul Harapkan Kesadaran Donor Darah Semakin Meningkat

Disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum, Yakun Paristri, SMA Negeri 2 Bantul telah melampaui kriteria minimal dari delapan standar nasional yang ditetapkan.

Delapan standar tersebut yakni standar isi, proses, kompetensi lulusan, sarana dan prasarana, penilaian, pembiayaan, pengelolaan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan.

"Ada kriteria minimalnya dan kami sudah di atas kriteria minimal," tuturnya pada Tribunjogja.com.

Selanjutnya, sebagai sekolah rujukan, SMA Negeri 2 Bantul akan dijadikan sekolah pelaksana implementasi kebijakan baru di bidang pendidikan.

Sekolah rujukan ini menjadi model pengembangan bagi sekolah lain.

"Kami punya kewajiban untuk imbaskan ke sekolah lain. Ada 10 sekolah imbas di wilayah Bantul ini," paparnya.

Program utama yang akan dilakukan terkait sekolah rujukan ini yakni meningkatkan mutu guru.

"Programnya meningkatkan mutu guru. Kami juga akan undang sekolah imbas untuk workshop," paparnya.

Selain itu program peningkatan kualitas siswa juga akan dilakukan.

"Utamanya untuk penguatan pendidikan karakter, kewirausahaan, dan literasi," jelasnya.

Meski memiliki sekolah imbas, menurut Yakun, SMA Negeri 2 terbuka bagi sekolah mana pun yang ingin studi banding ke SMA Negeri 2 Bantul.

"Siapa saja boleh adopsi apa yang sudah kami lakukan," paparnya.

Sejak 2014, SMA Negeri 2 Bantul memang telah banyak menerima kunjungan dari sekolah lain.

Baca: Tabuh Kendhang, Bupati Bantul Buka Parade Gending Liturgi 2018 di Pendapa Balai Desa Canden

"Sejak kami dapat juara perpus nasional, sudah 30 sekolah dari berbagai daerah datang studi banding," ujarnya.

Selain unggul di bidang literasi, SMA Negeri 2 juga mendapat berbagai predikat lain seperti sebagai juara sekolah sehat, sekolah Adiwiyata, hingga sekolah responsif gender.

"Semoga dengan keunggulan ini bisa jadi inspirasi pengembangan sekolah lain," kata dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved