Sleman

Pemkab Sleman Dorong UMKM Sleman Harus 'Go International'

Penggunaan digital marketing hingga konsep kerjasama resiprokal mutlak dilakukan agar UMKM dapat saling terbantu.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Tri Endah Yitnani, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman saat ditemui Tribunjogja.com belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus berupaya bagi pelaku UMKM yang ada di Sleman untuk memiliki produk yang siap dipasarkan untuk market internasional.

Kepala Disperindag Sleman, Tri Endah Yitnani saat dihubungi Tribunjogja.com Rabu (12/9/2018) menuturkan sebenarnya produk UMKM Sleman mampu bersaing dan diterima oleh pasar luar negeri terlebih fashion dan asesoris.

"Beberapa saat lalu ada UMKM juga yang kami bantu untuk pengiriman di Festival Indonesia di Moscow Rusia, ternyata respon dari pengunjung pameran untuk produk Sleman, seperti fashion dan asesoris bagus sekali dan berarti untuk pasar luar negeri sudah prospek," katanya.

Baca: DP3 Sleman Sebut Masa Tanam Padi Akan Dimulai Oktober Mendatang

Sementara itu pihaknya pun juga berharap pelaku UMKM untuk lebih percaya diri dan mulai melek teknologi.

Penggunaan digital marketing hingga konsep kerjasama resiprokal mutlak dilakukan agar UMKM dapat saling terbantu.

"Untuk mendorong ini adalah tugasnya kami, disamping itu juga pemerintah berusaha menyiapkan produk mereka agar diterima oleh pasar luar negeri," lanjutnya.

Sedangkan saat ini menurutnya sudah ada 26ribu pelaku UMKM di Sleman yang memiliki produk khas.

Baca: Minimalisir Kompetisi, UMKM Diharapkan Saling Kolaborasi

Namun dari angka tersebut belum ada setengahnya yang mulai concern dengan dunia digital.

Pekerjaan inilah yang menurutnya masih perlu didorong untuk mulai go international.

Pihaknya pun telah bekerjasama dengan Rumah Kreatif Sleman untuk mengembangkan bisnis para pelaku UMKM khususnya di dunia digital.

Melalui wadah tersebut ditujukan bagi UMKM membantu untuk go digital.

Langkah ini diharapkan memberikan akses pengetahuan bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

"Yang sudah menjadi anggota dan kelasnya aktif dalam dunia digital di rumah kreatif ada sekitar 9.400 UMKM meskipun masih ada beberapa yang masuk kelas pemula," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved