Kulonprogo

DPRD Kulonprogo Pertanyakan Kinerja Tim Saber Pungli

DPRD Kulonprogo mempertanyakan kinerja Tim Saber Pungli terkait dugaan pungli dan penyunatan dana kompensasi pembebasan lahan bandara NYIA.

DPRD Kulonprogo Pertanyakan Kinerja Tim Saber Pungli
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Legislatif di Kulonprogo mempertanyakan kinerja Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) terkait dugaan pungli dan penyunatan dana kompensasi pembebasan lahan untuk pembangunan bandara di Desa Glagah, Kecamatan Temon.

Pengusutan oleh tim tersebut dinilai belum menunjukkan progres yang signifikan.

Baca: Bhayangkari Kulonprogo Dekatkan Diri pada Masyarakat

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo, Ajrudin Akbar mengatakan, aksi warga di simpang empat Pasar Glagah beberapa waktu lalu merupakan bentuk penyampaian aspirasi atau pendapat yang bahkan dilakukan di muka umum.

Hal itu sudah lebih dari cukup bagi tim Saber Pungli untuk bergerak menindaklanjutinya.

Apalagi, tim itu merupakan gabungan unsur kepolisian, kejaksaan, pemerintahan, dan lainnya yang seharusnya bisa memberi respon cepat atas dugaan yang muncul.

Ia justru mempertanyakan pengakuan tim terkait belum cukup bukti untuk mengungkap dugaan pungli itu serta belum adanya warga yang melaporkan.

"Jika harus dilakukan pelaporan secara administratif, forum masyarakat yang menyampaikan dugaan itu juga sah dimintai keterangan. Tanyakan kenapa tidak melapor ke tim Saber Pungli, barangkali ada alasan yang signifikan," kata Ajrudin pada Tribunjogja.com, Rabu (12/9/2018).

Seperti diketahui, dugaan adanya pungli muncul dalam aksi Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan (Patra Pansel) di simpang empat Pasar Glagah, Senin (27/8/2018). 

Dalam orasinya, Patra Pansel dan beberapa warga menyebut ada oknum perangkat desa Glagah yang melakukan pungutan tak resmi dengan dalih sebagai uang tinta untuk pencairan dana kompensasi yang diterima warga.

Hanya saja, mereka enggan menyebut secara jelas siapa oknum dimaksud.

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved