Pati Obong, Cara Para Janda Mati Terhormat

Para wanita yang ditinggal mati suaminya akan berbaring di samping jasad sang suami untuk dibakar hidup-hidup bersama mayat sang suami

Editor: Mona Kriesdinar
IST
Ilustrasi ritual pati obong 

TRIBUNJOGJA.COM - Tradisi Sati ( India) atau yang biasa dikenal dengan sebutan Pati Obong di Jawa memang cukup menarik perhatian.

Bukan sembarang tradisi , ritual ini adalah bunuh diri dengan terhormat.

Sati atau Pati Obong adalah ritual yang telah dipraktikkan secara luas sejak abad ke-17 di India, dalam budaya Hindu yang kental.

Para wanita yang ditinggal mati suaminya akan berbaring di samping jasad sang suami untuk dibakar hidup-hidup bersama mayat sang suami.

Baca:

Fakta-fakta Pasangan Nikah Siri Bakar Diri, Ditemukan dalam Posisi Berpelukan

Selain Pasangan yang Bakar Diri di Surabaya, 3 Pasangan Ini Juga Coba Akhiri Hidup BersamaMengerikan, Ketua Serikat Pekerja Bakar Diri Saat Konferensi Pers !

Awalnya, tradisi ini marak dilakukan saat perang antar kerajaan, karena pada saat itu akan banyak korban para prajurit atau raja yang terbunuh.

Sebagai harta tawanan perang tentu saja adalah istri dan selir-selirnya.

Para wanita itu akan dibawa untuk disetubuhi ramai-ramai dan itu dianggap mencoreng harga diri seorang wanita.

Maka, untuk menjaga kehormatannya, mereka secara sukarela memilih untuk bunuh diri dan membakar dirinya hidup-hidup.

Lambat laun, tradisi ini mulai pudar seiring perkembangan zaman.

Namun tekanan sosial bagi para wanita yang ditinggal mati suaminya ini begitu besar sehingga mereka dari sukarela menjadi dipaksa melakukan pati obong.

Bahkan kadang jika wanita itu tidak mau membakar dirinya, anggota badan si wanita akan dipatahkan supaya tidak kabur.

Kadang-kadang, para wanita akan melarikan diri dan berguling keluar dari tumpukan kayu bakar, namun didorong kembali dengan tongkat bambu ke dalam kobaran api.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved