Kota Yogyakarta

LBH Yogyakarta Terima Banyak Kasus Kekerasan Seksual pada Perempuan

LBH Yogyakarta juga menyatakan sikap untuk menghentikan segala bentuk upaya kriminalisasi terhadap perempuan korban kekerasan seksual.

LBH Yogyakarta Terima Banyak Kasus Kekerasan Seksual pada Perempuan
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Pernyataan sikap LBH Yogyakarta atas banyaknya kasus kekerasan seksual pada perempuan di Kantor LBH Yogyakarta, Rabu (5/9/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- LBH Yogyakarta menerima banyak pengaduan tentang kasus kekerasan seksual pada perempuan.

Advokat LBH Yogyakarta, Meila Nurul Fajriah mengatakan meski banyak aduan, tak banyak korban pelecehan yang mau melanjutkan ke proses hukum.

"Kalau aduan banyak, nggak bisa hitung secara pasti, karena nggak semua berani melanjutkan ke proses hukum. Kalau kasus yang kami tangani tahun ini ada lima kasus," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (5/9/2018).

Baca: Angka Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun di Gunungkidul

Pengaduan yang masuk di LBH Yogyakarta banyak yang merupakan kasus kekerasan seksual di ranah personal dan komunitas.

Meila menjelaskan berdasar kasus kekerasan yang ditangani LBH Yogyakarta, terdapat pola yang diklasifikasikan menjadi dua.

Pola kekerasan tersebut adalah kekerasan seksual secara langsung dan tidak langsung.

"Kekerasan seksual secara langsung itu seperti kasus percobaan pencabulan disertai dengan penganiayaan. Lalu pelecehan seksual dengan mengeluarkan organ intim kemaluan di muka umum. Sedangkan kekerasan seksual secara tidak langsung yang sering terjadi melalui media elektronik, seperti penyebaran konten bermuatan pornografi oleh orang terdekat,"jelasnya.

Menurutnya, tidak mudah bagi korban untuk melaporkan kekerasan seksual yang dialami.

Hal tersebut karena kekuatan mental masing-masing orang berbeda.

"Kalau untuk melapor, berarti kan dia harus mengulang atau mengingat kembali kekerasan yang terjadi. Itu yang sulit, tidak semua bisa kuat. Belum lagi kalau melapor, interogasi yang dilakukan justru menyudutkan. Lebih sulit lagi," paparnya.

Baca: Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Yogya Alami Penurunan

"Makanya kalau ada korban yang berani bersuara harus dilindungi. Kalau kasus Andindya yang di Surabaya dia malah dikriminalisasi. Makanya dari LBH menyatakan sikap untuk mengusut tuntas kasus yang dialami oleh Anindya," lanjutnya.

Selain itu, LBH Yogyakarta juga menyatakan sikap untuk menghentikan segala bentuk upaya kriminalisasi terhadap perempuan korban kekerasan seksual.

LBH Yogyakarta pun ingin agar korban kekerasan seksual mendapat perlindungan, dan mengadili dan memberikan hukuman berat pada pelaku kekerasan seksual. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved