PSIM Yogyakarta

PSIM Berhasrat Akhiri Tren Negatif

Poin penuh harus didapat PSIM demi menjauhkan diri dari kejaran klub-klub yang secara posisi di klasemen, berada di bawahnya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com | Suluh Pamungkas
PSIM JOGJA 

TRIBUNJOGJA.COM - PSIM Yogyakarta bakal menjamu PSBS Biak dalam lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (5/9/2018), tanpa dukungan dari suporter fanatiknya.

Walau begitu, poin penuh tetap menjadi harga mati bagi Laskar Mataram.

Pelatih PSIM, Bona Simanjuntak, mengatakan bahwa bertanding tanpa suporter memang sedikit banyak mempengaruhi psikologi para pemain.

Baca: Jamu PSBS Biak, PSIM Yogya Bertekad Persembahkan Kado Kemenangan di Hari Jadi ke-89

Namun, menurutnya, keputusan itu merupakan yang terbaik dan harus diterima dan dihormati bersama.

"Tentu, sebenarnya lebih baik kalau ada suporter, karena anak-anak pasti lebih termotivasi, ya. Tapi, keputusan ini, saya kira sudah yang terbaik. Meski tanpa suporter, kita akan tetap tampil maksimal," katanya pada Tribunjogja.com, Selasa (4/9/2018).

Menurutnya, poin penuh harus didapat demi menjauhkan diri dari kejaran klub-klub yang secara posisi di klasemen, berada di bawahnya.

Apalagi, PSIM dirundung dua kekalahan beruntun, dalam dua laga terakhir yang mereka lakoni.

Laskar Mataram sendiri saat ini berada di peringkat 7, dengan torehan 15 poin.

Sementara posisi PSBS, tepat di bawahnya, dengan koleksi poin yang sama.

"Selisih poin dengan pesaing di bawah, saat ini juga sudah sangat tipis. Mau tidak mau, kita harus meraih poin penuh, untuk beranjak ke atas," terangnya.

Terlebih, Bona melanjutkan, torehan maksimal dalam pertandingan kandang akan menjadi kado ulang tahun untuk PSIM, yang merayakan hari jadinya ke-89, pada 5 September.

Namun sayang, perayaan dalam laga ini, tidak bisa dihadiri para suporter.

"Kita ada misi khusus, untuk memberi kado ulang tahun yang manis bagi PSIM," tegas juru racik strategi asal Medan itu. 

Hal senada juga disampaikan salah satu pemain PSIM, Muhammad Arifin. Walau begitu, ia cukup kecewa mengingat laga tersebut harus digelar tanpa suporter.

Namun, sebagai pemain profesional, poin penuh tetap menjadi harga mati yang harus diraih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved