Breaking News:

Bantul

Sambut Bandara NYIA, Pemkab Bantul Siap Tata Kawasan Pantai Samas

Konsep penataan ini nantinya sebagai kerangka acuan pengembangan kawasan pesisir pantai selatan, Bantul, sebagai destinasi kunjungan wisatawan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Pemandangan Pantai Selatan Bantul dari atas Mercusuar Samas. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintahan Kabupaten Bantul tengah menggodok konsep penataan kawasan pantai Samas, Sanden.

Hal ini sebagai persiapan menyambut beroperasinya Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulon Progo.

Konsep penataan ini nantinya sebagai kerangka acuan pengembangan kawasan pesisir pantai selatan, Bantul, sebagai destinasi kunjungan wisatawan.

Baca: Bupati Bantul Panen Raya Bawang Merah Biji di Lahan Pasir Pantai Samas

"Saya sudah dapat instruksi dari Sri Sultan untuk mengembangkan kawasan pantai selatan. Samas ke barat (nantinya) akan dibangun jembatan penghubung Bantul - Kulon Progo. Kita rapikan, bagaimana Bantul bisa menarik wisatawan untuk bisa berkunjung ke Bantul," kata Bupati Bantul, Drs Suharsono, ditemui seusai panen bawang merah di pantai samas, Rabu (29/8/2018)

Suharsono menjelaskan, pembangunan kawasan pantai Samas dan jembatan penghubung Bantul - Kulon Progo ini akan dimulai tahun 2019.

Sumber anggaran dana dari pemerintah pusat senilai Rp 700 miliar.

Selain jembatan penghubung, diungkapkan Suharsono, penataan kawasan pantai Samas juga akan menyasar dengan dibangunnya mall dan hotel.

"Samas ini nantinya menjadi gerbang menyambut Bandara," terang dia.

Baca: Nelayan Samas Ingin Fasilitas TPI Dilengkapi

Dengan adanya bandara NYIA di Kulon Progo, Suharsono mengaku tidak ingin Bantul hanya dilewati wisatawan begitu saja. Sebab itu, pihaknya akan mulai merancang konsep dengan merapikan kawasan pantai Samas.

"Di Purworejo sudah mulai siap kuda-kuda menyambut adanya Bandara. Saya tidak ingin Bantul cuma dilewati (wisatawan) begitu saja," ungkap dia.

Kendati demikian, ia juga mengaku mendapatkan amanat dari Ngarso dalem untuk menata kawasan pantai Selatan dengan bijak.

Gumuk pasir tidak boleh sampai punah.

Sementara itu, warga Srigading, Sanden, Sunardi, mengaku menyambut baik penataan kawasan pantai Samas. Dengan catatan, penataan harus melibatkan warga dengan mengusung semangat kearifan lokal.

"Kalau ditata dengan membangun hotel ataupun mall di kawasan pantai Samas tapi pakai investor luar daerah, kami keberatan. Kami ingin, kami ikut dilibatkan menata kawasan Samas dengan semangat kearifan lokal warga," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved