Bisnis
Upaya Tekan Angka 'Current Account', BI Fokus Garap Sektor Jasa Pariwisata
Untuk melaksanakan 3A dan 2P harus ada kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan Swasta.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebagai upaya mendukung perbaikan Current Account Deficit (CAD), Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman serta mengundang beberapa stakeholder terkait di daerah menggelar Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa-Rabu (28-29/8/2018).
Bertema Memperkuat Sinergi Dalam Akselerasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, kegiatan tersebut memiliki misi menurunkan angka CAD yang pada Semester I 2018 ini diketahui sebesar 2,6 persen dari Gross Domestic Product (GDP).
Dwi Pranoto, Direktur Eksekutif Departemen Regional 2 Bank Indonesia kepada media menjelaskan Sektor Jasa Pariwisata dipilih untuk menekan angka tersebut karena menjadi salah satu quick win untuk menghasilkan devisa yang dapat membantu menurunkan angka CAD.
Baca: Bank Harus Cerdik Mencari Dana Murah di Era Suku Bunga Tinggi
"Pariwisata merupakan cara cepat menghasilkan devisa sehingga menjadi saran untuk memberbaiki current account deficit (CAD) dari sektor jasa. Karena itu, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Bank Indonesia untuk menggalakan sektor pariwisata," katanya dalam dalam Media Briefing menjelang Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia (Rakorpusda) di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (28/8/2018).
Oleh karenanya, untuk fokus menghadapi sektor jasa pariwisata maka diperlukan sinergi antar instansi untuk melakukan debottlenecking permasalahan industri pariwisata.
Rakorpusda ini akan diikuti tujuh kementerian, enam gubernur, sembilan bupati, dan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Untuk dapat menghasilkan devisa, kata Dwi Pranoto, sektor pariwisata harus digarap secara serius dengan menerapkan 3A (Aksesibilitas, Atraksi, Amenitas) dan 2P (Promosi, Pelaku Pariwisata).
Untuk melaksanakan 3A dan 2P harus ada kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan Swasta.
Baca: Bank Indonesia akan Terbitkan Mata Uang Digital?
"Rakorpusda diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan konkrit untuk meningkatkan aksesibilitas, atraksi, amenitas, promosi dan pengembangan pelaku pariwisata," tegas Dwi.
Sementara itu, pada tahun 2019 sendiri, pemerintah telah menetapkan jumlah kunjungan wisatawan manca negara sebanyak 20 juta dan diharapkan bisa menghasilkan devisa sebesar 17 juta dolar Amerika Serikat.
Seperti diketahui Current Account adalah indikator penting dari performa ekonomi suatu negara dilihat dari performa ekspor impor surplus atau defisit.
Oleh karenanya, Current Account menjadi sangat penting dalam setiap analisis perubahan nilai tukar mata uang khususnya dalam hal ini adalah Rupiah terhadap Dollar Amerika karena menjadi bagian penting dari neraca dagang negara tersebut.(TRIBUNJOGJA.COM)