Pendidikan

OJK DIY Beri Edukasi Industri Jasa Keuangan di Era Digital Kepada Mahasiswa

Tingginya penggunaan layanan keuangan digital oleh generasi milenial yang sebagian besar didominasi oleh mahasiwa menjadi tren tahun ini.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
Dok Pri
OJK DIY bekerjasama dengan komunitas mahasiswa Generasi Cerdas Keuangan menyelenggarakan kegiatan edukasi kepada 100 mahasiswa perguruan tinggi di DIY di Eastparc Hotel Yogyakarta pada Selasa (28/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tingginya penggunaan layanan keuangan digital oleh generasi milenial yang sebagian besar didominasi oleh mahasiwa menjadi tren tahun ini.

Layanan keuangan digital didefinisikan sebagai kegiatan keuangan yang memanfaatkan teknologi digital, termasuk di dalamnya uang elektronik, layanan keuangan mobile, layanan keuangan online, i-teller, dan bank nirkantor, baik melalui lembaga perbankan maupun non bank.

Untuk itu, OJK DIY bekerjasama dengan komunitas mahasiswa Generasi Cerdas Keuangan menyelenggarakan kegiatan edukasi kepada 100 mahasiswa perguruan tinggi di DIY bertajuk 'Membangun Generasi Milenial yang Cerdas Finansial' di Eastparc Hotel Yogyakarta pada Selasa (28/8/2018).

Baca: Penjelasan OJK Soal Beli Mobil atau Motor DP 0 Persen

Kepala OJK DIY, Untung Nugroho menjelaskan, dalam implementasinya, pemanfaatan layanan keuangan digital oleh masyarakat perlu diimbangi pemahaman terhadap fungsi, manfaat dan risiko layanan keuangan digital.

"Sehingga masyarakat perlu memiliki kesadaran secara penuh terhadap layanan. Generasi milenial diprediksi memiliki tingkat konsumsi dan belanja yang lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya," ujar Untung melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com

Ia menambahkan, fenomena tersebut didukung dengan adanya kemudahan dalam transaksi pembayaran secara tunai maupun non tunai dan maraknya online shop.

Baca: GO-JEK Dorong Inklusi Keuangan untuk Kalangan Mitra Driver di 66 Kota

Selain itu, sifat konsumtif juga merupakan dampak dari maraknya media sosial.

Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) Revisit 2017 menitikberatkan kegiatan literasi keuangan kepada kelompok tertentu.

"Dengan membuat prioritas sasaran kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan literasi keuangan, diharapkan target pencapaian literasi keuangan masyarakat Indonesia semakin cepat tercapai," lanjut dia.

SNLKI Revisit 2017 memfokuskan kegiatan kegiatan literasi keuangan kepada kelompok salah satunya adalah pelajar, mahasiswa dan pemuda.

Baca: OJK Sosialisasikan Pengelolaan Keuangan Desa

Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2016 menunjukkan angka 67,8 persen masyarakat telah menggunakan produk dan layanan keuangan, namun hanya 29,7 persen masyarakat yang well literate.

"Hal ini menunjukkan banyak masyarakat yang telah menggunakan produk keuangan tanpa dibekali pemahaman keuangan yang memadai," terangnya.

Sementara untuk DIY sendiri, indeks literasi keuangan juga relatif masih rendah, namun berada di atas rata-rata nasional, yaitu 38,5 persen dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 76,7 persen.

"OJK berharap kegiatan ini mampu memberikan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap industri jasa
keuangan di era digital," terang dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved