Kriminalitas
Meninggalnya Nenek dan Cucu di Umbulharjo Diduga Tidak Wajar
Ditemukannya seorang nenek dan cucunya yang meninggal dengan posisi bersebelahan di dalam kamar indekos dianggap pihak Kepolisian tidak wajar.
Penulis: rid | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ditemukannya seorang nenek dan cucunya yang meninggal dengan posisi bersebelahan di dalam kamar indekos dianggap pihak Kepolisian tidak wajar.
Karenanya, pihak Kepolisian dalam hal ini Polresta Yogyakarta masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui pasti penyebab keduanya meninggal.
Baca: Nenek dan Cucu Ditemukan Meninggal di Kamar, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya
Mengingat saat ditemukan, kondisi mulut sang cucu mengeluarkan busa dan perhiasan serta uang tunai milik sang nenek hilang.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, SIK mengatakan, bahwa dari keterangan dokter yang memeriksa kedua jenazah ditemukan adanya saluran pernafasan yang terhambat.
Karenanya, saat ini pihaknya masih mendalami lagi penyebab kematian nenek dan cucu tersebut.
"Untuk mencari penyebab pasti kematiannya, kami akan sandingkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti-bukti yang ada. Karena saat ditemukan, posisi pintu kamar kos korban terbuka," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (23/8/2018).
Lanjutnya, ditanya mengenai keterangan saksi yang menyebut perhiasan kalung dan uang tunai Rp1,5 juta milik Hartini hilang masih dalam penyelidikan.
Karena itu pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan, terlebih dari hasil pemeriksaan sementara di TKP tidak didapati adanya bekas congkelan di kamar kos Hartini.
Selain itu, mengenai adanya indikasi penyebab meninggalnya kedua orang itu terkait pembunuhan atau bunuh diri juga belum dapat diungkapkan Kapolresta, mengingat saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif.
"Kami tidak berani menyimpulkan keduanya korban pembunuhan atau bunuh diri. Biarkan penyidik bekerja dulu," ucapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Sutikno, SIK menuturkan, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan dari hasil olah TKP, dari hasil penyelidikan sementara pihaknya belum menemukan sidik jari.
Kendati demikian, pihaknya masih berupaya untuk mengungkap penyebab kematian seorang nenek beserta cucunya tersebut.
"Masih dilidik penyebabnya apa, beberapa saksi juga sudah kita mintai keterangan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, penyebab pasti kematian seorang nenek yaitu Hartini (53) dan cucunya M Bagas Andrian (2), keduanya warga Banyu Urip, Sambung Macan, Sragen, Jawa Tengah masih didalami oleh unit reskrim Polsek Umbulharjo.
Kendati demikian, pihak Kepolisian menyebut bahwa keduanya meninggal dalam kurun waktu kurang dari 12 jam.
Diketahui pula, selain ditemukan meninggal dengan posisi terlentang dan bersebelahan, mulut Bagas mengeluarkan busa.
Selain itu, perhiasan dan uang tunai milik Hartini raib tak berbekas.
Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Yogya Iptu Supatno mengatakan, untuk penyebab pasti kematian Hartini dan cucunya belum bisa disimpulkan secara pasti.
Hal itu karena pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Rumah Sakit sebagai acuan untuk menyimpulkan penyebab kematian seorang nenek beserta cucunya tersebut.
Lanjutnya, mengenai barang berbahaya memang tidak ditemukan pihaknya di TKP.
Namun, pihaknya menemukan botol susu yang diduga sempat diminum oleh Bagas.
Mengingat mulut Bagas mengeluarkan busa meninggal, pihaknya saat ini sedang menunggu hasil uji susu di botol tersebut guna mengetahui kandungan di dalamnya.
"Penyebab meninggalnya belum bisa dipastikan, dan masih kami selidiki sambil menunggu hasil pemeriksaan medis dan laboratorium," katanya kemarin, Rabu (22/8/2018).
Lebih lanjut, Kanit Reskrim menyebut bahwa kematian nenek dan cucunya tersebut belum sampai 1x24 jam.
Baca: Penyebab Kematian Nenek dan Cucu di Kota Yogya Masih dalam Penyelidikan Polisi
Hal itu diperkuat keterangan saksi-saksi yang melihat Hartini masih melakukan aktifitas sekitar jam 10 pagi.
Bahkan, diperkirakan keduanya masih beraktifitas saat berada di dalam kamar indekos yang beralamatkan di Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
"Untuk Hartini diperkirakan meninggal 6 sampai 8 jam sebelum ditemukan, dan untuk cucunya diperkirakan 4 sampai 5 jam sebelum ditemukan," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tewas-meninggal-dunia_20180618_152043.jpg)