Yogyakarta

Dorong Konsumsi Air Putih untuk Anak-anak, PERSI Gandeng Pemda DIY

Rrogram tersebut ditargetkan bisa melibatkan sedikitnya 1000 sekolah di seluruh DIY, dari tingkat TK, hingga SMP.

Dorong Konsumsi Air Putih untuk Anak-anak, PERSI Gandeng Pemda DIY
ist
Logo Pemda DIY 

TRIBUNJOGJA.COM - Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia (PERSI) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, untuk memperbaiki pola hidup anak-anak, atau kalangan pelajar, khususnya dalam hal konsumsi air putih sehari-hari.

Perwakilan PERSI Pusat, Grace Celia mengatakan bahwa kerjasama tersebut, dilatarbelakangi oleh kekhawatiran pihaknya, terhadap anak-anak yang dewasa ini kurang mengonsumsi air putih dan lebih memilih minuman berwarna, atau berasa.

Baca: Kembalikan Martabat Sungai Lewat Jambore Sungai

"Kami pernah melakukan penelitian dengan Fakultas Kedokteran UI. Hasilnya, mereka masih kurang. Tapi, setelah program dan edukasi kami jalankan, terjadi peningkatan sekitar 30 persen, dalam mengonsumsi air putih," ucapnya pada Tribunjogja.com.

Mengenai sistem kerjasama, pihaknya akan menggelar pelatihan untuk para guru terlebih dahulu, terkait cara penanggulangan permasalahan itu.

Selanjutnya, guru yang bersangkutan yang akan mengajarkan ke dokter kecil di masing-masing sekolah. 

"Lalu, dokter kecil akan mengedukasi grup, atau teman sebayanya, tentang gaya hidup sehat, khususnya mengenai kesadaran konsumsi air putih," ujarnya, usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan, Kamis (23/8/2018).

Tak tanggung-tanggung, Grace pun mematok target, program tersebut, bisa melibatkan sedikitnya 1000 sekolah di seluruh DIY, dari tingkat TK, hingga SMP.

Terlebih, tahun lalu pihaknya cukup sukses menjalankan program serupa di Jakarta dan Bandung.

"Untuk tahun ini, rencananya program kita jalankan di lima provinsi, termasuk DIY. Nanti, pelaksanaannya akan dibantu Dinas Pendidikan, karena mereka juga yang memilih sekolah-sekolahnya," terangnya.

Direktur RSUP Dr Sardjito, sekaligus perwakilan PERSI DIY, Widarto, menuturkan bahwa program ini merupakan Private Public Partnership (PPP) dan turut menggandeng berbagai asosiasi, fakultas kesehatan dan kedokteran, instansi, maupun perusahaan swasta.

"Misalnya perusahaan air minum. Tapi, kita tidak terbatas dengan satu perusahaan saja. Bisa jadi, nanti di Kulonprogo, kita akan menjalin kerjasama dengan Airqu," ucapnya.

Baca: Dinkes Kota Yogya Gelar Lomba Anak ASI dan Orangtua Cerdas

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, kurangnya konsumsi air putih di kalangan anak-anak, disebabkan oleh maraknya minuman berwarna yang lebih menarik.

Padahal, di dalam deretan minuman berwarna itu, terkandung bahan non alami yang tak sehat.

"Melalui program ini, harapan kami ya dapat dikurangi konsumsi minuman berwarna itu, dengan proyek kecukupan air putih, minum air yang baik dan dari sumber yang baik pula," pungkasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved