Internasional
Pertemuan Mengharukan Ibu dan Anak setelah Terpisah 68 Tahun karena Perang Korea
Pada kesempatan itu, ia berhasil menemui putranya, Sang Chol, yang sudah terpisah selama 68 tahun karena perang.
Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
Selain yang sudah berhasil bertemu kemarin, masih banyak ribuan keluarga Korea lainnya, belum bisa bertatap muka kembali dengan keluarga yang telah lama hilang.
Bahkan karena lamanya waktu pelaksanaan reuni, sebanyak 75.000 pendaftar telah meninggal dunia.
Oleh karena itu, Korea Selatan mendesak beberapa pihak, agar memperluas dan mempercepat reuni keluarga.
"Bayangkan 73 tahun lamanya tanpa mengetahui apakah anggota keluarga mereka masih hidup atau meninggal - tidak ada berita sama sekali. Penderitaan dan kemarahan, itu adalah tragedi kemanusiaan yang tak terpikirkan," kata Park Kyung-seo, presiden Palang Merah Korea Selatan.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in juga mendukung agar reuni keluarga yang terpisah ini diprioritaskan.
"Memperluas dan mempercepat reuni harus menjadi prioritas utama dari semua proyek kemanusiaan yang harus dilakukan kedua Korea. Korea harus lebih berani melakukan upaya untuk memecahkan masalah keluarga yang terbagi," kata Moon dalam sebuah pernyataan.
"Saya sendiri sebagai anggota keluarga yang terpisah, saya sangat bersimpati dengan kesedihan dan rasa sakit itu," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pertemuan-ibu-dan-anak-di-korea_20180821_122624.jpg)