Breaking News:

Otomotif

Terlanjur Jatuh Hati, Warga Bantul Ini Enggan Menjual VW Klasik Miliknya

Ia mengaku tidak akan menjual VW Combi kesayangannya tersebut meski ditawarkan dengan harga tinggi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ibnu Setya (39) pecinta mobil klasik saat mengikuti konvoi Taman Wisata Candi (TWC), Jumat (17/08/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ibnu Setya (39), warga asal Ringinharjo, Bantul menjadi seorang peserta dalam konvoi Peringatan HUT ke-73 RI yang diadakan oleh Taman Wisata Candi.

Konvoi tersebut menyertakan 73 mobil Volkswagen (VW) klasik.

Ibnu juga hadir dengan mobil Volkswagen (VW) klasik jenis Safari.

Baca: DPRD Bantul Apresiasi Sistem Hadiah untuk Pembayar Pajak PBB-P2

Namun ia mengaku mobil tersebut bukan miliknya.

"Ini saya pinjam dari teman satu komunitas. Kalau saya punya yang jenis Combi," tutur pecinta berat mobil klasik ini pada Tribunjogja.com, Jumat (17/08/2018).

Ibnu mengaku jatuh cinta dengan mobil klasik, terutama yang bermerek VW, sejak duduk di bangku SMA.

"VW ini mesinnya termasuk awet dan tahan banting," kata Ibnu.

Kecintaannya terhadap kendaraan klasik ternyata tidak hanya pada dirinya.

Ibnu menceritakan bahwa Ayahnya juga pecinta kendaraan klasik jenis Vespa.

Kebiasaan ini lalu menurun pada Ibnu dan saudara-saudaranya.

"Kalau kakak saya belinya VW jenis Safari. Itu mobil klasik pertama yang kita punya," ujar Ibnu.

Pertemuan Ibnu dengan mobil VW Combi yang ia miliki terjadi 3 tahun lalu.

Mobil tersebut ia dapat dari kegiatan lelang di Pekalongan, Jawa Tengah.

Mobil tersebut ia pilih tidak hanya sekedar klasik, namun memiliki makna khusus.

Sebab kendaraan tersebut ternyata bekas ambulans.

"Dulu bekasnya rumah sakit. Tempat tidur pasiennya saja waktu itu masih ada di bagian belakang," jelas Ibnu.

Saat pertama kali dibeli, Ibnu menceritakan bahwa kondisi mobil tersebut sudah karatan serta interior yang bisa dibilang berantakan.

Ia kemudian memoles mobil tersebut agar terlihat seperti baru.

Termasuk mengecat dan memperbarui bagian interior mobil.

Namun bentuk mobil sama sekali tidak ia ubah.

"Saya lebih suka bentuknya yang masih asli, jadi cuma dipoles saja," kata pria yang bekerja di bidang farmasi ini.

Tidak hanya klasik, Ibnu juga menggambarkan VW Combi miliknya sebagai jenis yang langka.

Seri yang ia miliki berbeda pada tampilan depan, di mana lampu tanda berbeloknya berada di bawah lampu utama.

"Istilahnya itu Combi kumis, termasuk jarang yang punya itu," kata Ibnu.

Ibnu juga menyatakan bahwa memiliki VW klasik bisa menjadi lahan investasi yang menarik.

Sebab bisa digunakan untuk wisata atau sekedar pemotretan.

Namun ia mengaku tidak akan menjual VW Combi kesayangannya tersebut meski ditawarkan dengan harga tinggi.

"Nggak bakal saya lepas, sayang sekali soalnya. Ibaratnya itu sudah seperti istri kedua saya," ungkap Ibnu sambil tertawa.

Ibnu mengakui bahwa istrinya pun tahu dirinya sangat menyayangi kendaraan klasik tersebut.

Istrinya pun tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Anak-anak saya pun juga tidak keberatan, karena mereka juga suka dengan mobil klasik," kata Ibnu yang sudah memiliki dua orang anak ini.

Saat ini, Ibnu mengaku sudah memiliki tiga mobil VW klasik.

Baca: Tekan Jumlah Pengangguran, Disnakertrans Bantul Gelar Job Fair

Ketiganya adalah dua unit VW Combi serta satu unit VW Kodok.

Meskipun demikian, ia sudah berencana akan membeli VW jenis lain apabila dananya sudah mencukupi.

"Saya mau nambah yang jenis Safari seperti ini," kata Ibnu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved