Gunungkidul
Dinpar Gunungkidul Sambut Positif Pembuatan Masterplan Geopark Gunungsewu dari Pemerintah Pusat
Dengan adanya masterplan, maka dapat dibentuk perencanaan jangka pendek, menengah dan perencanaan jangka panjang.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Meskipun telah resmi masuk dalam jaringan geopark dunia organisasi Pendidikan, Kelilmuan dan Kebudayaan Persatuan Bangsa-Bangsa (UNESCO) Geopark Gunungsewu sejak tahun 2015 saat ini masih belum mempunyai masterplan.
Hal tersebut dikarenakan Geopark Gunungsewu dikelola oleh beberapa kabupaten yaitu Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan.
Pemkab Gunungkidul pun menyetujui jika ada tawaran dari pemerintah pusat untuk membuat masterplan.
Baca: Dinpar Gunungkidul Siapkan Promosi Wisata ke Luar Negeri
"Rencana tersebut dijadikan sebuah pedoman dalam melangkah, masing-masing wilayah dapat berbagi tugas. Dengan Masterplan dapat disinergikan secara bersama," kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Harry Sukmono pada Tribunjogja.com, Jumat (3/8/2018).
Ia mengatakan dengan adanya masterplan, maka dapat dibentuk perencanaan jangka pendek, menengah dan perencanaan jangka panjang.
"Masterplan tidak dapat dikerjakan secara masing-masing oleh ketiga kabupaten," imbuhnya.
Harry mengatakan, kendala yang dihadapi untuk membuat masterplan beserta blue printnya adalah keterbatasan kewenangan.
"Dalam bulan ini (Agustus) akan dilakukan rapat kerja dengan Pacitan maupun Wonogiri," katanya.
Terkait validasi yang akan dilakukan UNESCO tahun 2019, pihaknya mengaku tidak begitu risau karena masih belum mempunyai masterplan.
"Tiga indikator penting untuk validasi pada tahun 2019 yaitu Culture Univercity, Baylor Univercity, dan Geo Univercity sedangkan masterplan tidak termasuk pada indikator tersebut," paparnya.
Baca: Dua Wisata Ekstrem Panjat Tebing di Gunungkidul Yogyakarta
Ia menjelaskan dalam indikator tersebut terkandung nilai-nilai edukasi, konservasi, pembangunan keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat.
"Pada validasi 2019 akan ditentukan apakah akan tetap diakui atau tidak," katanya.
Terpisah General Manager Geopark Gunung Sewu, Budi Martono mengatakan, tidak ada penambahan geosite.
Namun justru akan ada konsep pengembangan geosite yang menonjolkan unsur nilai budaya dan pendidikan.
"Geopark Gunungsewu mempunyai luas kurang lebih 1.802 kilometer, dan terdapat 33 geosite terbagi menjadi 13 di Gunungkidul, 13 di Pacitan, dan tujuh lokasi di Wonogiri," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)