Sleman
Sakatoya Akan Berikan Pesan Sugestif pada Penonton Octagon Syndrome
Pertunjukan Teater Octagon Syndrome yang diusung oleh Komunitas Sakatoya ini akan mencoba memberikan pesan sugestif pada para penontonnya.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pertunjukan Teater Octagon Syndrome yang diusung oleh Komunitas Sakatoya ini akan mencoba memberikan pesan sugestif pada para penontonnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Dani Martin selaku Penata Artistik dari pertunjukan ini.
"Nantinya di ruang duduk penonton akan saya desain dipenuhi dengan sampah plastik," jelas Dani di PKKH UGM, Kamis (02/08/2018).
Baca: Kampanyekan Peduli Lingkungan, Komunitas Sakatoya Gelar Pertunjukan Teater
Dani menambahkan, seluruh properti dan setting panggung akan menggunakan sampah plastik dari berbagai bentuk.
Sampah ini sendiri sebelumnya dibersihkan sebelum dibuat menjadi setting.
Nantinya setting pertunjukan akan berupa kurungan mandi bola, di mana terbagi menjadi panggung serta area kolam.
Kolam inilah yang akan diisi dengan beragam plastik, di mana penonton akan duduk sambil lesehan di situ.
Baca: Komunitas Sakatoya Persembahkan Pertunjukan Teater Karnaval Terakhir Lima Hari Berturut-turut
"Saya mencoba membuat gambaran kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh sampah plastik," kata Dani.
Anggana selaku Sutradara dan Penulis Naskah mengungkapkan secara singkat bahwa kisah Octagon Syndrome akan berfokus pada kisah seorang Ayah dan dua anaknya di tengah kondisi lingkungan yang semakin kritis.
Octagon sebagai seorang Ayah dikisahkan ingin memberikan hadiah terakhir kepada dua anaknya sebelum memasuki ajal.
"Ini juga menyampaikan pesan berupa refleksi kepada kita terkait keberadaan sampah plastik, dan bagaimana menyampaikannya pada anak-anak," ujar Anggana.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penata-artistik-dari-octagon-syndrome_20180802_130316.jpg)