Gunungkidul
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Atasi Kesulitan Cari Pakan Ternak
Saat musim kemarau, para peternak kesulitan untuk mendapatkan pakan hijau yang berupa rumput gajah.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Saat musim kemarau, para peternak kesulitan untuk mendapatkan pakan hijau yang berupa rumput gajah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan membuat program pendukung yaitu menyediakan pupuk dan mesin diesel untuk memupuk dan menyedot air ke lahan sebesar 3 hektar yang ditanami rumput gajah untuk pakan ternak di pinggiran Sungai Oyo.
Baca: Pasca Gelombang Tinggi, Kunjungan Wisatawan Pantai Selatan Gunungkidul Masih Turun
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Bambang Wisnu Broto mengatakan, sejak tahun 2017 pihaknya mendapatkan program Hijauan Pakan Ternak (HPT), ini merupakan panen ke tiga dalam satu tahun dapat tahun tiga kali.
"Pada musim kemarau seperti saat ini tiap hektar dapat 300 ton hijauan pakan ternak berupa rumput gajahan," katanya saat ditemui Tribunjogja.com, Senin (30/7/2018).
Ia mengatakan lahan yang tersedia ada di pinggir Sungai Oyo yang ada air pada saat musim kemarau.
"Program hijauan pakan ternak dapat diterapkan di tempat lain tidak hanya di pinggiran Sungai Oyo tetapi di Gunungkidul bagian tengah dan selatan dapat diterapkan," terangnya.
Ia berharap Gunungkidul sebagai penyuplai ternak, paling tidak mempunyai pakannya.
Karena di kelompok banaran 4 saja terdapat 50 ekor sapi.
"Saat ini sedang dalam penghitungan carring capacity untuk ternak sebenarnya jumlah ternak yang ada di Gunungkidul ada berapa, lahannya berapa kita sedang bekerjasama dengan pihak UGM untuk dalam penghitungannya," katanya.
Ia mengatakan, petani tidak membayar untuk mendapatkan pakan ternak ini.
Mereka tinggal mengambil rumput yang dibutuhkan.
Baca: Pemkab Gunungkidul akan Lakukan Penataan Pantai
Ketua Kelompok Tani Ternak Margomulyo Sabar mengatakan, ia sudah memanfaatkan lahan di sekitar Sungai Oyo sejak tahun 2006.
"Lahan ini sangat membantu untuk kecukupa pakan ternak, jika harus membeli dari Yogyakarta harus membeli dengan harga Rp 40 ribu dalam satu hari. Setiap hari peternak dapat mengambil rumput di sini sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Sementara itu Bupati Gunungkidul, Badingah yang ikut serta dalam panen pakan ternak mengatakan, panen pakan ternak pada musim kemarau merupakan harapan bagi kita dalam mendukung program pemerintah pusat.
"Saat musim kemarau kita sangat sulit untuk mencari hijauan pakan ternak, banyak peternak mencari hijauan pakan ternak di daerah lain seperti di klaten, yogyakarta. Dengan program ini kita dapat meningkatkan populasi ternak yang ada di Gunungidul. Dengan ini dapat mengurangi pengeluaran para peternak," terangnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dinas-pertanian-dan-pangan-gunungkidul-atasi-kesulitan-cari-pakan-ternak_20180730_144318.jpg)