Derby DIY

PSIM Yogya vs PSS Sleman, Laga Sarat Nostalgia

PSIM Yogya vs PSS Sleman yang Akan Digelar di Stadion Sultan Agung, Laga Sarat Nostalgia.

Tribun Jogja/Hanif Suryo
Pelatih PSIM Yogya, Bona Simanjuntak (kanan) berfoto bersama pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro (kiri) usai press conference jelang pertandingan di Kompleks Wisma Soeratin, Baciro, Yogyakarta. Rabu (25/7/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Laga sarat nostalgia berbalut gengsi tinggi akan tersaji kala tuan rumah PSIM Yogya menjamu saudara mudanya PSS Sleman pada pekan ke-10 Liga 1 2018 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (26/7/2018).

Bak de javu, laga tersebut kembali mengembalikan kembali ingatan bagi pelatih kedua kesebelasan, dan juga beberapa pemain yang pernah berseragam biru parang khas PSIM Yogya, begitu pula sebaliknya.

Nama pelatih Bona Simanjuntak, Crah Angger, dan juga Candra Lukmana bukanlah nama yang asing bagi publik sepakbola Sleman yang kini membela panji Laskar Mataram.

Sebaliknya, di kubu PSS Sleman pun ada deretan nama yang akrab di telinga pecinta PSIM Yogya, di antaranya pelatih Seto Nurdiantoro, dan juga Rangga Muslim Perkasa yang menjadi pilar andalan PSIM Yogya dalam beberapa tahun lalu.

Bagi Bona Simanjuntak, laga esok akan menjadi pertandingan yang spesial baginya.

Baca: Pemain PSIM Yogya Alami Kecelakaan Saat Berangkat Latihan Jelang Laga Derby DIY

Bagaimana tidak, ialah aktor sukses PSS Sleman berjaya di kompetisi Divisi Utama 2004 dan Copa Dji Sam Soe 2005 silam, bersanding dengan Seto Nurdiantoro, Deca Dos Santos, dan beberapa pemain yang menjadi era keemasan Elang Jawa di bawah racikan pelatih Daniel Roekito.

"PSS Sleman pernah menjadi bagian dari perjalanan karir saya, tentu ini laga yang spesial. Saya pun punya hubungan baik dengan Seto Nurdiantoro karena kita pernah menjadi rekan satu tim selama dua musim," terang Bona Simanjuntak pada sesi press conference jelang pertandingan di Kompleks Wisma Soeratin, Baciro, Yogyakarta, Rabu (25/7/2018).

Meski memiliki kenangan manis bersama PSS Sleman, namun Bona menegaskan ia tetap profesional.

Tenaga serta pikiran akan ia curahkan pada PSIM Yogya untuk memenangi laga derby tersebut.

"Pertandingan besok saya yakin akan sangat menarik karena dua tim sama-sama bagus. PSS Sleman punya deretan pemain yang bagus, bermain dengan determinasi tinggi, dan attacking yang juga bagus," kata Bona.

"Tapi kami punya pemain yang memiliki daya juang dan motivasi tinggi untuk menang. Mudah-mudahan pemain bisa berikan yang terbaik dipertandingan besok," imbuhnya.

Jelang laga tersebut, Bona mengaku sudah mengintip kekuatan calon lawannya tersebut dan barisan lini belakang dipastikan siap untuk meredam agresifitas serangan tim tamu.

"Kita sudah lihat videonya, kita sudah intip kelemahan mereka dan sudah disimulasikan saat latihan, mudah-mudahan dengan dukungan dari suporter pemain bisa jalankan instruksi pelatih dan juga makin termotivasi dipertandingan besok," ungkap Bona.

Sementara itu, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro pun tak menampik bahwa ia seakan kembali bernostalgia jelang pertemuan ini namun dengan situasi yang berbeda.

Baca: Hendika Arga Optimis Tatap Laga Derby Lawan PSS Sleman

PSIM diakuinya merupakan bagian dari perjalanan karirnya sejak merintis karir sebagai pesepakbola di level senior tahun 1995.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved