Internasional
Pendiri FEMEN, Kelompok "Sextremist" Asal Ukraina, Bunuh Diri di Paris
Seorang tokoh pendiri FEMEN, Oksana Shacko, dikabarkan tewas bunuh diri di apartemennya di Paris, Prancis.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, PARIS - Seorang tokoh pendiri FEMEN, Oksana Shacko, dikabarkan tewas bunuh diri di apartemennya di Paris, Prancis.
Kabar ini dikonfirmasi aktivis FEMEN, Inna Shevchenko, Selasa (24/7/2018).
FEMEN adalah kelompok pegiat kesetaraan gender yang didirikan di Ukraina pada 2008.
Baca: Di Paris, Hari Buruh Berubah Mencekam Diwarnai Kerusuhan Demonstran Anti Kapitalis
Aksi- aksinya sangat mengundang perhatian, terutama saat para aktivisnya menggelar protes di ruang publik dengan cara mencopoti nyaris semua bajunya.
Shacko ditemukan meninggal dunia Senin (23/7/2018).
Ia meninggalkan catatan yang ditulis dalam bahasa Inggris.
Baca: Aktivis Femen Beraksi Topless Setelah Paus Sampaikan Pesan Natal
Satu di antara pernyataan yang ditulisnya menyebut, "Kamu semua bohong!".
Belum jelas tuduhan itu ditujukan ke siapa atau pihak mana.
Perempuan asal Ukraina ini terhitung dua kali mencoba bunuh diri dalam dua tahun terakhir.
FEMEN terdaftar di Prancis pada 2012 sebagai kelompok pegiat hak asasi manusia yang legal dan diakui keberadaannya.
Baca: Dapat Perlakuan Istimewa dari Presiden PSG, Ayah Neymar Sebut Anaknya Akan Bertahan di Paris
Shacko merupakan seorang dari tiga pendiri FEMEN.
Kelompok ini dikenal menggunakan cara-cara ekstrem untuk mencapai tujuan kampanyenya, meruntuhkan dominasi patriarki dalam masyarakat modern. (Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/oksana-shacko_20180724_195713.jpg)