Breaking News:

Satu-satunya Suku Amazon yang Selamat, Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Satu-satunya penyintas suku Amazon yang selamat dari serangan pada 1995 diketahui keberadaannya dan telah hidup sendirian di hutan selama 22 tahun

Editor: Mona Kriesdinar
Rekaman anggota suku amazon terakhir dan satu-satunya yang selamat dari serangan tahun 1995 

FUNAI telah memantau pria tersebut sejak 1996 dengan upaya kontak terakhir dengannya pada 2005, tetapi tidak berhasil.

BBC melaporkan, konstitusi Brasil menyatakan penduduk asli memiliki hak atas tanah.

"Mereka harus terus membuktikan keberadaan orang ini," kata Fiona Watson, Direktur Penelitan dan Advokasi Survival International.

Watson menduga ada motivasi politik di balik perilisan video tersebut.

(Baca juga: Mayantuyacu, Sungai Air Mendidih di Pedalaman Hutan Amazon)

"Kongres didominasi pengusaha agribisnis. Sementara Funai telah memangkas anggarannya. Ada serangan besar terhadap hak penduduk asli di negara ini," katanya.

Menurut Survival International, hutan Amazon di Brasil merupakan rumah bagi suku-suku yang belum pernah terjamah.

Kontak dengan dunia luar akan berisiko kematian bagi suku pedalaman. Kekebalan tubuh yang rendah membuat mereka rentan tertular penyakit, seperti flu, campak, atau lainnya.

"Dia merupakan simbol dari apa yang hilang dari kita, yaitu keragaman manusia yang luar biasa," ucap Watson. (*)

--

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Penyintas Suku Amazon Ini Hidup Sendirian di Hutan Selama 22 Tahun

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved