Asian Games 2018

Atlet Panjat Tebing Ini Lebih Mantap Hadapi Asian Games 2018

Sebagai atlet dari tuan rumah, Aspar merasa ikut andil untuk membawa mimpi Indonesia sebagai juara di ajang ini.

Penulis: ang | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Aspar Jaelolo 

TRIBUNJOGJA.COM - Langkah Aspar Jaelolo menuju Asian Games 2018 semakin mantap.

Tidak ada alasan lagi buat Si Raja Panjat dari Sulawesi ini untuk mundur saat Ibu Pertiwi memanggilnya.

Aspar Jaelolo, pemanjat asal Donggala memang didaulat untuk memperkuat Timnas Panjat Tebing Indonesia untuk berlaga di Asian Games.

Baginya, ini merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Ia terus mengasah kemampuannya agar bisa tampil menjadi yang terbaik di pesta olahraga termegah di benua Asia ini.

Sebagai atlet dari tuan rumah, Aspar merasa ikut andil untuk membawa mimpi Indonesia sebagai juara di ajang ini.

Pada perhelatan  Asian Games 2018 ini, Aspar menargetkan untuk meraih podium tertinggi.

Apalagi bertanding di negeri sendiri, sehingga ia tidak ingin menyia-siakan momen berharga ini.

“Asean Games lalu saya tidak ikut. Kali ini mendapatkan kesempatan di Asian Games, akan saya manfaatkan sebaik-baiknya,” katanya pada Tribunjogja.com.

Pemanjat yang didik oleh tebing-tebing curam yang disediakan oleh alam ini mengaku optimis dengan kompetisi yang akan dilakoninya di Palembang ini.

Meski pada perhelatan nternational Federation of Sport Climbing ( IFSC) World Cup Chongqing, China, Mei lalu ia hanya mendapatkan posisi kedua di nomor speed, hal ini tidak mengurangi semangatnya untuk bertanding secara total di Asian Games nanti.

Latihan demi latihan dilakoninya untuk menggapai mimpi yang membanggakan ini.

Baginya kematangan teknik itu sangat dibutuhkan namun tidak boleh tergesa-gesa karena banyak kesalahan yang kemungkinan bisa terjadi ketika tidak bisa kontrol diri dan tergesa-gesa.

Hal ini didapatkan dari pengalamannya saat bertanding di World Cup Speed Climbing di Tiongkok 2017.

Aspar yang ikut sebagai perwakilan Indonesia menduduki podium kedua dengan catatan waktu 6,33 detik.

Sedangkan lawannya, Aleksandre Shikov asal Rusia berhasil mencapai top wall dengan catatan waktu 6,32 detik atau selisih 0,01 detik dari atlet yang mendapat julukan Babon ini.

Saat itu, Aspar mengaku terlalu bernafsu untuk menggapai top lebih cepat sehingga lupa mengontrol diri dan membuatnya terpeleset dan memberi kesempatan bagi lawannya untuk menyusul ketinggalan hingga membalik keadaan.

Dari kesalahan itu ia banyak belajar, diantara ketengan diri.

Meski bertanding untuk speed climbing, bagi Aspar pantang untuk terburu-buru.

“Apalagi di Asian Games nanti. Bertanding di negeri sendiri harusnya membuat saya lebih tenang dan fokus pada usaha saya,” ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved