Yogyakarta

'Gini Ratio' DIY Meningkat, Legislatif akan Panggil Pihak-pihak Terkait

Pasalnya, selama ini, permasalahan tersebut menjadi sorotan dan terus dicarikan jalan keluar.

'Gini Ratio' DIY Meningkat, Legislatif akan Panggil Pihak-pihak Terkait
Tribun Jogja/Bramastyo Adhy
Ilustrasi: kompleks Gedung DPRD DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meningkatnya angka ketimpangan ekonomi penduduk, atau gini ratio di DIY, dinilai menjadi hal yang mengejutkan bagi kalangan legislatif.

Pasalnya, selama ini, permasalahan tersebut menjadi sorotan dan terus dicarikan jalan keluar.

Anggota Komisi D DPRD DIY, Hamam Mutaqin, mengatakan bahwa data terkini yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) DIY membuat kaget pihaknya.

Terlebih, angka gini ratio DIY yang 0,441, merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

"Kami kaget juga saat mendapat datanya, wong selama ini berusaha diselesaikan, kok malah tambah jadi masalah gitu," katanya, Selasa (17/7/2018).

Baca: Pemda DIY Gagal Turunkan Ketimpangan Ekonomi Penduduk

Terang saja, ia pun mempertanyakan, dengan keberadaan Dana Keistimewaan (Danais) yang diterima Pemerintah Daerah (Pemda) DIY setiap tahunnya, malah selaras dengan tingkat ketimpangan ekonomi penduduk yang semakin meningkat.

"Apakah dengan adanya Danais justru meningkatkan index gini, atau bagaimana? Ini kan jadi pertanyaan besar. Sehingga, perlu adanya solusi yang pas," ucap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Baca: Ketimpangan Pengeluaran Penduduk DIY Meningkat 0,441

Lebih lanjut, Hamam menyatakan bakal menjalin koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait permasalahan tersebut, seperti BPS DIY, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, hingga Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) DIY.

"Mungkin dalam waktu dekat, bulan-bulan ini. Kami selaku anggota Komisi D akan mengajak teman-teman untuk melakukan koordinasi. Akan kita undang, untuk menanggapi masalah ini. Nanti, kita cari bersama, solusi terbaiknya seperti apa," ungkapnya.

"Jangan sampai, justru adanya Danais malah menaikkan gini ratio. Kalau seperti itu, berarti kan ada yang salah," pungkas Hamam. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved