Kriminal

Sang Ayah Tega Membunuh Putri Kandungnya, Ia Mengaku Disuruh Malaikat Maut

Media setempat mengabarkan, America sebenarnya tinggal bersama ibunya dan hanya tinggal bersama Jonathan saat akhir pekan.

Editor: Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, BOGOTA - Mengaku mendapat perintah dari malaikat maut, seorang pria di Cali, wilayah barat Kolombia ini membunuh putri kandungnya. 

Setelah tindakannya itu, ia menyerahkan diri ke kepolisian.

Jenazah America Diana Henao Sanchez (16) ditemukan di bawah selembar selimut di kediaman ayahnya di kota Cali, wilayah barat Kolombia.

Saat jenazahnya ditemukan, Diana diduga kuat meninggal dunia akibat dicekik.

Ayah korban, Jonathan Alberto Henao (33) kepada polisi mengaku mendengar suara-suara di kepalanya sebelum menggelar sebuah ritual penyembahan setan.

Baca: Cuma dengan Sundulan Kepala, Katak Ini Bisa Membunuh Kamu

Para tetangga Jonathan mengatakan, di hari pembunuhan, Jonathan terlihat sedang bersiap melakukan ritual sambil mengonsumsi narkoba dan mendengarkan lagu-lagi heavy metal.

"Dia (Jonathan) mengaku telah membunuh putri kandungnya. Dia amat tenang dan menjelaskan bahwa suara di kepalanya memerintahkan dia membunuh putrinya," kata kepala kepolisian Cali, Kolonel Oscar Lamprea.

Media setempat, Jonathan yang sudah bercerai itu bekerja sebagai tukang kayu.

Dia memiliki satu putra yang telah tinggal bersamanya selama tiga bulan terakhir.

Sang putri, America sebenarnya tak tinggal bersama dengan Jonathan.

Namun, berdasarkan akun media sosialnya, gadis remaja ini amat dekat dengan sang ayah.

Media setempat mengabarkan, America sebenarnya tinggal bersama ibunya dan hanya tinggal bersama Jonathan saat akhir pekan.

Kini investigasi masih berlanjut dan Jonathan terancam menghadapi dakwaan pembunuhan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengaku Disuruh Malaikat Maut, Pria Ini Bunuh Putri Kandungnya", https://internasional.kompas.com/read/2018/07/13/15143831/mengaku-disuruh-malaikat-maut-pria-ini-bunuh-putri-kandungnya.
Penulis : Ervan Hardoko
Editor : Ervan Hardoko

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved