Yogyakarta

Berburu Bajingan di Pasar Kangen

Bajingan yang hadir di Pasar Kangen Yogyakarta ini berbeda. Bajingan ternyata olahan makan yang berasal dari ketela pohon.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Bajingan telo, makanan olahan ketela pohon yang berasal dari Kulonprogo, Senin (9/7) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kata Bajingan biasanya digunakan untuk mengumpat.

Kata bajingan juga sering diartikan sebagai penjahat.

Namun berbeda dengan bajingan yang satu ini.

Bajingan yang hadir di Pasar Kangen Yogyakarta ini berbeda.

Bajingan ternyata olahan makan yang berasal dari ketela pohon.

Baca: Resmi Dibuka, Pasar Kangen 2018 Akan Digelar Hingga 16 Juli

Hartono Munandar lah pemilik stan Bajingan telo di Pasar Kangen di Taman Budaya Yogyakarta.

Hartono mengatakan bajingan merupakan makanan khas Kulonprogo, terutama di sekitar bukit Menoreh.

"Memang namanya bajingan, khas Kulonprogo. Bahan dasarnya telo dan badek. Badek itu nira kelapa," kata Hartono (9/7/2018).

Ia menjelaskan, untuk membuat bajingan telo melalui proses yang cukup lama.

Nira kelapa harus direbus terlebih dahulu.

Sebelum nira menjadi gula, ketela pohon dimasukkan.

"Rasanya ya manis, kan itu mau jadi gula, jadi tidak pakai pemanis. Ketelanya ketela pohon, semua bahan alami," jelasnya.

Terkait nama bajingan, ia mengatakan ada dua versi yang berkembang.

Versi pertama adalah bajingan merupakan makanan yang dikonsumsi oleh Pangeran Diponegoro selama perang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved