Moeldoko Ingatkan Peluang Indonesia di Revolusi Industri 4.0 pada Alumni Universitas Terbuka
Pemerintahan Jokowi juga telah mengeluarkan peta jalan bagi industri Indonesia dengan memfokuskan lima sektor industri.
“Munculnya teknologi baru dalam data sains, kecerdasan buatan, revolusi industri memaksa pergeseran bagaimana kita bekerja, berkomunikasi dan memperoleh informasi,” kata Rektor Universitas Terbuka.
Ia menambahkan perubahan ini sedang terjadi, misalnya sistem pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Memungkinkan lahirnya pekerjaan baru dan menggeser pekerjaan lama.
Perlu dilakukan pemetaan pekerjaan baru yang meningkatkan daya saing dan persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di bidang pendidikan.
Menurutnya, sumber terobosan riset dan pengembangan mendukung revolusi industri 4.0. Sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing faktor utama mendukung revolusi industri 4.0.
“Saya mengajak wisudawan kembali ke daerah mengambil peran sehingga masyarakat mampu bersaing di era ini,” tambah Orat Darojat.
Sebagai informasi, Universitas Terbuka berhasil menjadi kontributor mahasiswa terbanyak di Indonesia.
Jumlahnya mencapai 292.554 mahasiswa (data tahun 2018). UT mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi dengan membuka akses pada berbagai wilayah di Indonesia, termasuk WNI di luar negeri.
Selain itu, 1.113 mahasiswa UT juga ada yang berasal dari luar negeri seperti Hong Kong, Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan.
Acara ini diikuti oleh sekitar 1.462 wisudawan dan wisudawati. Turut hadir Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof. Dr. Sholeh Hidayat, anggota senat dan guru besar Universitas Terbuka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-staf-kepresidenan-jenderal-tni-purn-dr-moeldoko_20180703_144009.jpg)