Sains
Para Ahli Menangkap Gambar Fenomena Semburan Lubang Hitam yang Menelan Bintang
Namun, bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa yang ditemukan adalah semburan material dan bukan ledakan supernova.
Namun, bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa yang ditemukan adalah semburan material dan bukan ledakan supernova.
Seperti diketahui, di dalam sebuah inti galaksi, biasanya ada lubang hitam berukuran raksasa, bisa jutaan hingga milyaran kali massa Matahari.
Dengan ukuran sebesar itu, massa di dalamnya akan terkonsentrasi sehingga tarikan gravitasinya begitu kuat, bahkan membuat cahaya tidak bisa keluar.
Saat lubang hitam supermasif tersebut aktif menarik material di sekelilingnya, material itu membentuk cakram berputar di sekitar lubang hitam, dan pancaran partikel supercepat diluncurkan keluar.
Inilah yang terdeteksi oleh para ahli melalui gelombang radio yang dipancarkan oleh benda langit atau quasar.
"Namun, sebagian besar waktu, lubang hitam supermasif tidak secara aktif melahap apa pun, sehingga mereka dalam keadaan tenang," jelas Perez-Torres.
"Peristiwa gangguan pasang surut tersebut dapat memberi kita kesempatan untuk belajar tentang pembentukan dan evolusi semburan di sekitar benda-benda kuat ini," tambahnya.
"Karena debu yang menyerap cahaya terlihat, peristiwa gangguan pasang surut tertentu ini mungkin hanya puncak gunung es dari apa yang sampai saat ini telah menjadi populasi tersembunyi," kata Mattila.
"Dengan mengamati peristiwa ini melalui teleskop inframerah dan radio, kita mungkin dapat menemukan lebih banyak lagi, dan belajar dari mereka," katanya.
Dalam penelitian itu, Mattila dan Perez-Torres memimpin 36 ilmuwan dari 26 institusi di seluruh dunia di observasi Arp 299.
Hasil penelitian mereka telah terbit dalam jurnal Science pada edisi 14 Juni.(TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kali Pertama, Ahli Tangkap Semburan Lubang Hitam yang Menelan Bintang", https://sains.kompas.com/read/2018/06/22/090700723/kali-pertama-ahli-tangkap-semburan-lubang-hitam-yang-menelan-bintang.
Penulis : Michael Hangga Wismabrata
Editor : Shierine Wangsa Wibawa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/konsep-tentang-peristiwa-gangguan-pasang-surut_20180622_231909.jpg)