Pasukan Suriah Mulai Bombardir Basis Teroris di Provinsi Daraa
Daraa adalah tiitk pertama meletusnya unjukrasa yang memicu pertumpahan daerah di Suriah
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Pasukan Suriah sejak Rabu (20/6/2018) malam waktu setempat, atau Kamis (21/6/2018) dini hari WIB, menggelar serangan besar ke Provinsi Daraa. Targetnya, pos-pos dan basis kelompok pemberontak.
Serangan udara baik menggunakan jet tempur maupun roket permukaan ke permukaan ini bagian awal dari serbuan pamungkas untuk membebaskan Daraa dari tangan teroris.
Daraa adalah tiitk pertama meletusnya unjukrasa yang memicu pertumpahan daerah di Suriah.
Demikian diwartakan situs berita Al Masdar News yang berpusat di Beirut, Lebanon, Kamis (21/6/2018) pagi ini WIB. Serangan besar-besaran itu diarahkan ke kota Busra al-Sham, Busra Al Hariri, Tal al Harrah, Nahteh, Al Musaykah dan Al Hirak.
Secara spesifik, menurut sumber militer Suriah, jet tempur Suriah menghancurkan pangkalan kelompok milisi Harakat Ahrar Al Sham di daam kota Al Hirak. Lebih dari 10 anggota kelompok militan itu tewas atau terluka.
Pasukan Suriah kini telah berhasil memotong jalur suplai logistik dan akses penting kelompok teroris dari Masifrah ke Al Karak dan Masifrah ke Umm Wald. Dikuasainya jalur penting ini akan menentukan daya tahan kelompok pemberontak menghadapi pasukan Damaskus.
Mobilisasi besar-besaran persenjataan berat pasukan Suriah masih terus berlangsung dari berbagai kota menuju Daraa. Damaskus sampai pagi ini belum memerintahkan serbuan darat secara masif menggunakan prajurit infantrinya.
Daraa merupakan provinsi yang langsung berbatasan dengan Yordania. Serangan ke Daraa akan dilanjutkan ke Al Quneitra yang berbatasan langsung dengan Israel. Agresifitas pasukan Damaskus ini merisaukan AS dan Israel.
Dikuasainya Daraa dan Al Quneitra akan sangat berarti bagi pemerintah Presiden Bashar Assad, karena tinggal dua daerah luas itu yang belum kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Jika wilayah selatan dibereskan, Suriah akan fokus ke wilayah utara.
Kawasan ini masih dikuasai pasukan pendudukan Turki yang bercokol di Kota Afrin dan pinggiran Manbij. Kota Manbij sendiri dikuasai pasukan AS dan Prancis, serta Kurdistan.
Sedangkan wilayah Al Hasakeh wilayah luas di perbatasan Suriah-Irak, dalam kontrol pasukan AS dan koalisinya. Pasukan ini masuk secara ilegal, tidak memiliki mandat dari manapun dan tidak pernah diundang Damaskus.(Tribunjogja.com/AMN/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tank-tentara-suriah_20180524_105254.jpg)