Internasional
Bocor, Laporan Penjara Neraka Mirip Abu Ghraib Ada di Yaman
Penjara itu dioperasikan pasukan Uni Emirat Arab (UEA), dan intelijen AS turut bermain di tempat ini.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - Sebuah laporan rahasia menyibak keberadaan penjara bak neraka di Kota Aden, Yaman.
Penjara itu dioperasikan pasukan Uni Emirat Arab (UEA), dan intelijen AS turut bermain di tempat ini.
Laporan itu diperoleh kantor berita Associated Press (AP), dikutip Russia Today, Kamis (21/6/2018).
Menurut AP, penjara itu benar-benar menerapkan teknik penyiksaan seperti di penjara Abu Ghraib, Irak, beberapa tahun lalu.
Di Abu Ghraib, tentara AS yang mengelola penjara memperlakukan tahanan dengan cara-cara keji, tidak berperikemanusiaan, dan menerapkan teknik interogasi penyiksaan yang terlarang menurut hukum perang internasional.
Kesaksian yang dikumpulkan AP dari para tahanan menyebutkan, ada banyak orang dijebloskan ke penjara itu tanpa proses hukum.
Mereka yang tersebar di lima lokasi di Yaman, disiksa dan ada yang disodomi.
Empat fasilitas penjara berlokasi di Kota Aden yang dikontrol pasukan koalisi Arab.
Yaman tercabik perang selama tiga tahun terakhir.
Sebagian wilayah selatan dikuasai pasukan koalisi Arab yang mendukung Presiden Abd Rabho Hadi Mansour.
Sedangkan pasukan Yaman dan kelompok Houthi menguasai ibukota Sana'a dan wilayah utara hingga kota pelabuhan Hodeideh yang sangat strategis di Laut Merah.
Pasukan koalisi Arab tengah berupaya merebut Hodeideh dari tangan Houthi.
Masih menurut AP, para komandan penjara yang terdiri perwira militer UEA, menggunakan metode pelecehan seksual guna mengorek keterangan para tahanan.
Ada yang disetrum atau digantung terbalik sepanjang pemeriksaan.
Selain kesaksian para tentara Yaman yang turut menjaga penjara, para tahanan kerap menyelundupkan surat atau benda apapun yang bisa ditulisi atau menggunakan gambar untuk menceritakan kehidupan dalam penjara,
Sebuah lempengan plastik yang diselundupkan dari dalam penjara, menunjukkan gambar seseorang digantung terbalik dan alat vitalnya disetrum.
Gambar lain menunjukkan orang terkapar di lantai, dikerumuni anjing dan ia ditendangi para penjaga.
"Mereka menyiksa kami tanpa tuduhan apa-apa. Pokoknya disiksa begitu saja. Kadang-kadang mereka membuat tuduhan, dan saya akui supaya penyiksaan itu berhenti," kata seorang tahanan kepada jurnalis AP.
"Kami merasa tiap hari seperti orang mati," imbuhnya.
Pejabat intelijen AS disebut mengetahui fakta kondisi dalam penjara di Yaman ini, dan laporan dari otoritas militer UAE secara rutin dikirimkan ke pejabat terkait di Washington.
Para tahanan memang belum pernah melihat ada orang Amerika ikut terlibat dalam penjara.
"Mereka (AS) menggunakan orang-orang Emirat sebagai sarung tangan guna menutupi operasi kotor mereka," kata seorang perwira senior Yaman yang identiitasnya tidak dipublikasikan.
Namun, personel intelijen AS diduga pernah terlihat di penjara pangkalan Burqita, Aden.
Mereka muncul bersama sekelompok tentara bayaran berseragam dari Kolombia.
AP sudah meminta tanggapan dari Washington terkait temuan dan kesaksian ini.
Namun Pentagon mengabaikan laporan itu.
"Pasukan AS memperhatikan tuduhan serius terkait pelecehan tahanan seperti itu," kata Mayor Adrian Rankine Galloway, juru bicara Pentagon.
"Namun kami menerima laporan yang tidak kredibel, dan itu tidak perlu kami tanggapi," katanya.
AS membelanjakan dana jutaan dolar AS untuk melengkapi persenjataan koalisi Arab yang bertempur di Yaman sejak 2015.
Mereka berusaha mencegahh kekhawatiran meluasnya pengaruh Iran, karena hubungan baik kelompok Houthi dengan Teheran.
Houthi dan sebagian pasukan Yaman di ibukota menggulingkan pemerintahan Presiden Abd Hado Mansour.
Tokoh itu kabur ke Riyadh, sebelum kembali bersama pasukan koalisi Arab yang merebut Kota Aden.
Tiga tahun bombardemen Yaman oleh pasukan koalisi Arab yang disokong AS menimbulkan kehancuran nyaris total.
Perang juga memicu bencana kemanusiaan di Yaman, yang 80 persen penduduknya sekarang bergantung bantuan pangan internasional.(Tribunjogja.com/RT/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bocor-laporan-penjara-neraka-mirip-abu-ghraib-ada-di-yaman_20180621_153845.jpg)