Lifestyle

Olahraga Teratur Bisa Menjadi Cara Mengatasi Depresi

Pasalnya, olahraga membuat tubuh memproduksi hormon endorfin, dopamin, serotonin, dan triptofan dalam jumlah yang lebih banyak.

Tayang:
Editor: Ari Nugroho
nd3000
ilustrasi olahraga bersama 

2. Catat segala aktivitas fisik

Tonisha Pinckney, seorang advokat penyakit jiwa yang juga memiliki depresi dan gangguan kecemasan, mengaku bahwa olahraga teratur sangat membantunya untuk mengendalikan gejala-gejala yang ia alami.

Terlebih setelah ia mencatat setiap aktivitas fisik yang ia lakukan, motivasi olahraga Pinckney pun semakin meningkat.

Dengan rutin mencatat, kita akan tahu sudah seberapa jauh perjuangan dalam melawan depresi dengan melihat pola dan frekuensi olahraga yang kita lakukan.

Membuat jurnal olahraga juga membuat kita lebih bertanggung jawab untuk tetap menjaga aktivitas fisik setiap harinya, bahkan mungkin meningkatkannya.

Aktivitas fisik ini tidak selalu tentang jenis olahraga, ya.

Pilihan untuk naik tangga ketimbang lift atau berjalan kaki ketimbang naik mobil atau motor juga termasuk aktivitas fisik yang perlu dicatat.

Dengan begitu kita akan lebih menghargai setiap aktivitas fisik yang dilakukan dan terdorong untuk konsisten menjalankan olahraga secara rutin.

Baca: Wanita yang Hobi Bangun Kesiangan Itu Rentan Depresi

3. Gunakan prinsip lima detik

Begitu kamu mulai mengalami kekambuhan dan merasa malas atau tidak bertenaga untuk bangkit dari tempat tidur, bantu alihkan perhatian dari kemelut negatif itu dengan prinsip lima detik.

Untuk mengembalikan motivasi olahraga, baik secara fisik dan psikis, mulai hitung mundur dari angka lima sampai satu sebelum mulai bangkit berdiri dan beraktivitas.

Taktik ini bisa digunakan untuk memancing aura positif agar terbangun dari rasa malas yang membelenggu.

Dengan demikian, hormon yang berperan untuk memperbaiki suasana hati akan terus mengalir dalam tubuh.

4. Berolahraga bersama teman

Menurut Keith Johnsgard, PhD, seorang profesor psikologi di San Jose University, dukungan sosial sangat penting bagi orang yang mengalami depresi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved