Liga Indonesia
Miftahudin Mukson Lakoni Peran Ganda
Meski harus menjalani kesibukan dan juga jauh dari keluarga, pelatih berlisensi B AFC ini tak pernah sedikitpun mengeluh.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Peran ganda kini harus dijalani asisten pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Miftahudin Mukson saat ini.
Mengemban tanggung jawab berat mendampingi pelatih kepala Timnas U-19, Indra Sjafri, Miftahudin kini menjalani peran ganda sekaligus usai diistirahatkannya pelatih kepala PS Tira, Rudy Eka Priyambada usai tim berjuluk Young Warriors tersebut tak kunjung tampil konsisten di kompetisi domestik.
Kondisi itu membuatnya tak bisa mudik ke kampung halamannya, Surabaya, untuk berkumpul bersama keluarganya merayakan kemenangan di hari raya.
Ya, seperti diketahui, Pemusatan Latihan (TC) Timnas U-19 beberapa waktu lalu di Yogyakarta guna mempersiapkan Egy Maulana Vikri dkk tampil di ajang Piala AFF dan AFC U-19 membuatnya setia mendamping Indra Sjafri pada sesi latihan terbuka di Stadion UNY sekira sebulan lamanya hampir di setiap sore hari selama bulan puasa lalu.
Tak berhenti di situ, gelaran kompetisi Liga 1 2018 yang bergulir malam harinya pun menjadi tanggung jawabnya pada instansinya untuk mendampingi PS Tira.
Meski harus menjalani kesibukan dan juga jauh dari keluarga, pria berpangkat mayor CPM yang juga pelatih berlisensi B AFC yang kini tengah menjalani kursus A AFC tak pernah sedikitpun mengeluh.
"Ini (PS TNI Rakyat, red) institusi kami, kami tugas di sini bagian dari dinas. Sementara di timnas itu tugas negara. Apapun itu, kapanpun negara memanggil bagian dari doktrin kami sebelum jadi polisi militer kalau negara memanggil kapanpun dimanapun kami harus siap," katanya beberapa waktu lalu kepada Tribunjogja.com .
Jika orang melihat dirinya sibuk bolak-balik Timnas dan PS Tira, dia mengaku menjalaninya dengan ikhlas tanpa tendensi apapun.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan adalah amanah yang tidak bisa disia-siakan.
Karena itu harus tetap dikerjakan semaksimal mungkin.
"Di Timnas U-19, tahun lalu di AFF kami hanya dapat peringkat 3, padahal materi pemain kami jauh lebih kompetitif dibanding peserta lain. Kami ingin tahun ini bisa memberi bangga nama Indonesia," ungkapnya.
Miftahudin memang perlu membagi waktunya.
Setelah partai menjamu Persija Jakarta, PS Tira akan diliburkan dan berkumpul kembali pada 25 Juni.
Sehari berikutnya sudah harus mulai berlatih untuk bersiap melawat ke kandang Sriwijaya FC pada 6 Juli 2018.
Di sisi lain, sebagai asisten pelatih Timnas, pada 18 Juni tim sudah harus berkumpul untuk menjalani TC tahap kedua di komplek latihan UNY.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/miftahudin-mukson_20180618_163224.jpg)