Kesehatan
Cara Mengatasi Jerawat yang Terinfeksi
Jerawat bisa terinfeksi apabila kita sering menyentuh atau memencet jerawat untuk memecahkannya, apalagi menggunakan tangan kotor.
TRIBUNJOGJA.COM - Bukan hanya bikin minder, jerawat bisa terasa amat sangat sakit jika sudah terinfeksi.
Jerawat bisa terinfeksi apabila kita sering menyentuh atau memencet jerawat untuk memecahkannya, apalagi menggunakan tangan kotor.
Jerawat infeksi membutuhkan perawatan yang berbeda dari jerawat biasa.
Jika kamu memiliki jerawat, kenali apakah jerawat itu terinfeksi atau tidak.
Pasalnya, mengobati jerawat yang infeksi tidak sama dengan jerawat biasa.
Baca: Agar Noda Bekas Jerawat Cepat Hilang, Lakukan Ini
Untuk lebih jelasnya berikut beberapa tanda yang menandakan jerawat sudah terinfeksi:
Sakit saat disentuh. Lebih besar dari jerawat biasa.
Jerawat memerah karena meradang.
Ukurannya lebih besar dari jerawat biasanya.
Terdapat bintik putih yang menandakan adanya nanah.
Mengatasi jerawat yang sudah terinfeksi
Mengobati jerawat yang terinfeksi berarti membunuh bakteri penyebab infeksi.
Berbagai obat-obatan biasa seperti asam salisilat tidak dapat mengobati jerawat jenis ini.
Baca: Lokasi Jerawat di Wajah Dapat Deteksi Penyakit Ini
Pasalnya, asam salisilat tidak dapat membunuh bakteri tetapi hanya mengurangi penyebaran jerawat.
Jerawat infeksi dapat diobati dengan antibiotik untuk mengurangi bakteri dan peradangan, baik yang berbentuk krim maupun tablet minum, dan benzoil peroksida untuk membunuh bakteri jerawat.
Selain obat dari dokter, kamu juga bisa mengobati jerawat di rumah dengan cara:
Mengompresnya dengan air hangat dua kali sehari agar nanah dan minyak lebih terangkat keluar.
Namun usahakan jangan menekan jerawat.
Tidak menyentuh, menggaruk, atau memencet jerawat dengan tangan karena meningkatkan risiko infeksi.
Tidak menggunakan make up di area jerawat yang terinfeksi.
Membersihkan wajar secara teratur terutama setelah menggunakan make up di sekitar jerawat tanpa menggosok bagian yang berjerawat.
Mengganti seprai dan sarung bantal secara teratur untuk menghindari berkumpulnya bakteri yang bisa memperparah jerawat.
Konsultasikan kembali ke dokter jika infeksi tidak kunjung hilang selama beberapa minggu atau gejalanya semakin parah dan bahkan menyebar ke bagian wajah yang lain.
Selain obat, kemungkinan besar dokter akan melakukan operasi laser atau terapi cahaya untuk membunuh bakteri penyebab jerawat yang membuatnya menjadi infeksi.
Jika jerawat sudah berhasil diobati biasanya ia akan meninggalkan jaringan parut atau bopeng.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dermatology Research and Practice Journal, chemical peeling, laser, dan mikrodermabrasi bisa membantu mengurangi bekas luka yang ditinggalkan jerawat infeksi.(TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ciri-Ciri Jerawat Terinfeksi, Plus Cara Mengatasinya", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/06/17/093242520/ciri-ciri-jerawat-terinfeksi-plus-cara-mengatasinya.
Editor : Wisnubrata