Perang Yaman
Pasukan Arab dan Kelompok Proksinya Masuki Bandara Hodeideh
Perang Yaman telah berlangsung sengit selama empat tahun. Ribuan korban tewas, tak terhitung bangunan yang hancur atau rusak.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Setya Krisna Sumargo
TRIBUNJOGJA.COM, RIYADH - Militer Yaman dukungan Arab Saudi merebut kembali lapangan terbang di kota pelabuhan Hodeideh. Serangan yang didukung militer koalisi Arab itu berlangsung sejak 13 Juni.
Konvoi militer Yaman dan Arab Saudi memasuki kawasan lapangan terbang itu pada Jumat (15/6/2018) waktu setempat. Manuver ini tidak mendapat perlawanan kelompok Houthi Yaman yang menguasai kawasan pelabuhan.
Militer Yaman dukungan Arab berbasis di Aden ini bertempur melawan kelompok militer lain yang mendirikan pemerintahan di Sanaa. Kelompok ini berintikan warga Houthi yang memiliki kedekatan dengan Iran.
Perang Yaman telah berlangsung sengit selama empat tahun. Ribuan korban tewas, tak terhitung bangunan yang hancur atau rusak. Peperangan juga berpotensi menimblkan bencana kemanusiaan dan kelaparan di negeri miskin ini.
Yaman terbelah dua, antara yang pro-Arab Saudi dan kelompok Houthi yang mendukung pemerintahan Yaman di ibukota Sana'a. Pemerintahan pro Arab Saudi dipimpin Abdul Rabbuh Hadi Mansour.
Dikutip Sputnik, Jumat (16/6/2018), Hodeideh yang berpenduduk padat menjadi wilayah strategis yang diperebutkan kedua pihak di Yaman. Pelabuhan Hodeideh kini jadi satu-satunya pintu masuk lewat laut ke Yaman dan jadi urat nadi bagi Houthi.
Intervensi Arab Saudi dan koalisinya ke Yaman menjadi pertaruhan besar bagi pemerintah Riyadh. Perang menyedot dana luar biasa, dan telah merenggut nyawa banyak tentara Arab, Emirat, Sudan, dan beberapa negara pendukung setia rezim Raja Salman.
Organisasi Migran Internasional (IOM) telah memperingatkan serangan ke pelabuhan Hodeideh bisa menimbulkan masalah serius. Ada sekitar 600.000 penduduk Hodeideh yang hidupnya tergantung bantuan pangan internasional.
IOM menjadi salah satu lembaga yang menyalurkan bantuan pangan bagi warga sipil Yaman yang terjepit di antara dua kelompok yang mengobarkan perang.(Tribunjogja.com/Sputnik/AMN/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/milisi-yaman_20180616_125804.jpg)