Singgah di Masjid Bersejarah
Video Langgar Ahmad Dahlan, di Sini Cikal Bakal Berdirinya Muhammadiyah
Video Langgar Ahmad Dahlan, di Sini Cikal Bakal Berdirinya Muhammadiyah
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Muhammadiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan, berkembang pesat dengan berbagai amal usahanya.
Perjuangan beliau, dimulai dari sebuah langgar sederhana di sudut Kampung Kauman, Yogyakarta.
Bangunan yang akrab disebut Langgar Ahmad Dahlan, atau Langgar Kidul Kauman itu, tak banyak diketahui oleh generasi masa kini.
BaHkan termasuk sebagian yang mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Padahal, Langgar Ahmad Dahlan adalah bangunan sarat sejarah, yang merupakan cikal bakal berdirinya Muhammadiyah, dengan segala amal usaha, khususnya di bidang pendidikan, yang kini jumlahnya mencapai ribuan dan tersebar di seantero Tanah Air.
"Langgar ini sudah dijadikan sebagai tempat belajar mengajar, sebelum akhirnya beliau mendirikan SD Muhammadiyah Suronatan, atau yang dulu dikenal dengan nama Standard School," terang cicit KH Ahmad Dahlan, Ahmad Zuhdan.
Langgar Ahmad Dahlan sendiri pertama kali dibangun oleh ayahandanya, Abu Bakar, pada 1899.
Baca: Video Masjid Jami Al Munawwir, Pusat Peribadatan dan Syiar Berbasis Pesantren
Namun, lantaran ajaran Ahmad Dahlan kala itu belum bisa diterima, maka muncul pertentangan dari masyarakat. Sampai pada akhirnya langgar tersebut dirobohkan.
Terang saja, Ahmad Dahlan sempat terpukul dan berniat meninggalkan Kauman, selepas bangunan tempatnya berjuang dirobohkan masyarakat.
Bahkan, butuh waktu cukup lama bagi Ahmad Dahlan, untuk kembali percaya diri dan memantapkan hatinya.
"Digondeli saudara-saudara, sampai besar hatinya, percaya diri lagi, kemudian baru langgar ini dibangun kembali pada tahun 1912, atau di tahun yang sama dengan berdirinya Muhammadiyah," terang Zuhdan.
Selain soal sistem belajar mengajarnya yang dianggap kebarat-baratan di era tersebut, keberanian Ahmad Dahlan yang berupaya membenarkan arah kiblat Masjid Gedhe Kauman, juga turut membuat dirinya sempat dianggap menyimpang oleh masyarakat.
Ya, arah kiblat yang menjadi acuan umat Muslim dalam ibadah salat, mengikuti perubahan yang dibawa oleh Ahmad Dahlan, selepas memperdalam ilmu agamanya di Mekah, Arab Saudi, dalam rentang waktu antara 1989 hingga 1903.
Praktis, karena mendapat pertentangan saat hendak membenarkan arah kiblat di Masjid Gedhe Kauman, Ahmad Dahlan bersama pengikutnya kemudian memulai dari langgarnya sendiri.
Sampai sekarang, garis kiblat asli masih tampak jelas di lantai langgar.
"Sebetulnya kan arah kiblat, khususnya di Indonesia, tidak lurus ke barat, tapi sedikit condong ke arah utara, sekitar 30 derajat. Di langgar ini, pertama kali arah kiblat itu diterapkan, sampai sekarang akhirnya menjadi acuan," jelas Zuhdan.
Pada pembangunan kedua tahun 1912 tersebut, Langgar Ahmad Dahlan dibangun dengan struktur yang lebih komplet.
Pasalnya, Ahmad Dahlan merasa, dengan kondisi langgar yang menyatu dengan tempat tinggalnya, tidak akan cukup untuk menampung para santri.
"Lalu, dibangunlah kelas-kelas di lokasi ini. Jadi, langgarnya di atas, kemudian di bawahnya ada kelas, karena beliau saat itu kan tidak sekadar mengajarkan ilmu agama saja, tapi juga pengetahuan umum," terangnya.
Berbeda dengan kondisi bangunan langgar sebelum dirobohkan, yang didominasi oleh kayu. Langgar Ahmad Dahlan yang baru, sebagian besar dindingnya telah bertembok.
Alhasil, sampai sekarang, komponen bangunan asli masih mampu dipertahankan.
"Bangunan relatif masih asli semua, terutama tembok dan lantainya. Ketika Muktamar Muhammadiyah tahun 2010 lalu, ada kesempatan untuk renovasi bagian-bagian yang sudah waktunya diganti, terutama yang terbuat dari kayu," ucap Zuhdan.
Seiring berjalannya waktu, bangungan yang sedianya dibangun sebagai kelas tidak lagi difungsikan.
Akan tetapi, supaya tidak terbengkalai, pihak keluarga akhirnya memanfaatkannya untuk museum yang memajang dokumentasi perjuangan Ahmad Dahlan.
Dewasa ini, dengan kegiatan keagamaan yang hampir seluruhnya telah terpusat di Masjid Gedhe Kauman, Langgar Ahmad Dahlan pun tidak lagi digunakan untuk salat berjemaah.
Namun, pengajian para santri sampai sekarang masih berlanjut.
Langgar Ahmad Dahlan berlokasi tidak jauh dari Masjid Gedhe Kauman.
Para pengunjung cukup menyusuri jalanan kecil tepat di selatan masjid, ke arah barat menyusuri pemukiman penduduk. Dan Langgar Ahmad Dahlan, berada di ujung jalan tersebut. (azka ramadhan)