Ngaji Sehat on Facebook
Cara Kendalikan Emosi Selama Berpuasa
Emosi sejatinya merupakan permasalahan yang secara tidak sadar hadir dalam kehidupan sehari-hari kita.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJ.COM, SLEMAN - Puasa tak hanya menahan lapar dan dahaga, namun puasa juga berlatih untuk pengendalian diri terhadap emosi.
Emosi sejatinya merupakan permasalahan yang secara tidak sadar hadir dalam kehidupan sehari-hari kita.
Emosi tak hanya perasaan marah ataupun kecewa saja, perasaan senang pun juga masuk dalam emosi.
Psikolog RS JIH, Analisa Widyaningrum MPsi Psi, mengatakan emosi merupakan bagian dari fisiologis seseorang atau individu yang sifatnya seperti respon alamiah.
"Ketika kita mendapatkan stimulus atau kejadian tertentu yang masuk ke dalam otak kita yang merespon pertama adalah emosi dulu," ujar Analisa dalam acara Ngaji Sehat on Facebook Bersama Rumah Sakit JIH pada Senin (11/6/2018).
Ia menambahkan, di otak terdapat satu bagian amygdala yang merespon otak menerima emosi positif atau negatif.
"Jadi bisa senang sedih marah kecewa dan ini merupakan respon psikologis dan fisiologis seseorang," imbuh dia.
Terlebih selama bulan puasa tidak hanya menahan lapar, tapi juga menahan bagaimana respon-respon emosi agar bisa dikelola dengan baik.
"Sehingga tidak lagi melampiaskan emosi negatif tapi lebih ke positif jadi ini pengendalian diri yang lebih penting," bebernya.
Emosi bagian dari psikologis yang ditandai dengan fisiologis, sehingga psikologis dan fisiologis tidak bisa terlepaskan.
"Dan biasanya fisiologis ketika kita laper, entah kenapa cenderung ke marah, lebih ke emosi negatif," tuturnya.
Analisa melanjutkan, setiap manusia pasti memiliki dua jenis emosi yakni positif dan negatif.
Dua jenis emosi tersebut yang membedakan adalah dari cara pengendalian dirinya.
"Jadi antara seseorang yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah bentuk pelampiasannya berbeda itu ditandai dengan kematangan emosi, kecerdasan emosi kepribadian itu yang mempengaruhi," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/psikolog-jih_20180611_205334.jpg)