Kota Yogyakarta
Pemkot Yogya Dorong UMKM Punya Branding Produk
Kota Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, oleh sebab itu yang perlu ditingkatkan adalah sumber daya manusianya.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Heroe Poerwadi berharap pelaku UMKM sadar pentingnya branding.
Menurutnya Kota Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, oleh sebab itu yang perlu ditingkatkan adalah sumber daya manusianya.
"Kita nggak punya SDA, makanya yang kita andalkan ketrampilan orang-orangnya. Ketrampilan untuk mengolah bahan-bahan yang ada, nah ini perlu ditingkatkan, supaya industri UMKM lebih maju," kata Heroe saat membuka Pasar Rakyat di Plaza Ngasem Yogyakarta, Selasa (5/6/2018).
"Yogyakarta punya semua, tetapi yang jadi masalah kadang masyarakat nggak tau mau beli dimana. Nah itu makanya perlu branding, supaya besok masyarakat langsung tau mau kemana. UMKM juga perlu ada branding," lanjutnya.
Menurutnya untuk bergerak di industri UMKM, pelaku-pelaku UMKM juga perlu memerlukan branding.
Branding dalam hal ini terkait dengan ciri khas, karakter, dan kualitas produk.
Ia pun mendorong pelaku UMKM untuk memikirkan ikon produknya.
"Sekarang udah nggak ada orang yang apa adanya. Harus disadari kalau untuk branding itu perlu ikon, ikon apa yang cocok untuk produk. Perlu ada ciri khas dan karakteristik yang beda," tambahnya.
Ia pun meminta pelaku UMKM memanfaatkan media sosial untuk mengiklankan produknya.
Pelaku UMKM pun harus menata tampilan produk sedemikian rupa untuk menarik konsumen.
Tidak hanya UMKM, Heroe pun berharap pasar-pasar di kota Yogyakarta juga memiliki branding.
Saat ini memang sudah ada beberapa pasar yang memiliki ciri khas, namun ia berharap semua pasar di Yogyakarta memiliki brand. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/heroe-purwadi_2912_20171229_222816.jpg)