Penyakit Tuberkulosis
Pasien Dalam Pengobatan TB Bolehkah Berpuasa? Simak Pembahasan Berikut Ini
Pasien Dalam Pengobatan TB Bolehkah Berpuasa? Simak Pembahasan Berikut Ini
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis.
Bakteri ini biasa menyerang paru-paru, akan tetapi bisa juga menyerang bagian tubuh yang lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.
Penyakit TB bisa berbahaya dan berakibat fatal bila tidak diobati dengan benar.
Lalu bagaimana dengan pasien TB yang ingin menjalankan puasa?
Dokter Spesialis Paru RS 'JIH' dr Diana Septiyanti SpP mengatakan, untuk penyakit kronik misalnya infeksi seperti TB harus mengkonsumsi obat satu kali setiap hari.
"Tapi selama berpuasa harus diganti jamnya, dari yang tadinya pagi hari bisa saja diubah malam, atau menjadi sebelum sahur," ujar Diana dalam acara Ngaji Sehat on Facebook Bersama Rumah Sakit JIH yang disiarkan oleh Tribun Jogja pada Selasa (5/6/2018).
Ditambahkannya, saat minum obat, yang paling penting adalah perut dalam keadaan kosong.
"Artinya berikan jeda dengan sahur kita, makan kita kurang lebih satu jam tentu sudah boleh minum obat," imbuh dia.
Obat akan bekerja dengan baik jika diminun dalam keadaan perut kosong, lalu jika diminum dalam keadaan perut isi bagaimana?
Diana menjelaskan, tentu keadaanya akan berpengaruh pada kadar atau khasiatnya.
Akan tetapi, mengkonsumsi dalam keadaan perut isi jauh lebih baik daripada tidak minum obat sama sekali.
"Untuk pasien TB selama berpuasa jangan khawatir, silahkan diminum obatnya setiap hari sesuai jumlah tablet yang dianjurkan, yang paling penting adalah diusahakan diminum dalam perut kosong," kata Diana.
Selain itu ia menambahkan, penyakit pada paru-paru yang sewaktu-waktu dapat muncul yakni sesak napas.
"Kalau batuk mungkin masih bisa ditahan, tapi kalau sesak kan tidak. Karena orang yang sesak itu nggak bisa mengambil oksigen dan dia sangat menderita jadi harus diberikan pertolongan segera," jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, ada obat yang boleh digunakan pada saat berpuasa dalam bentuk inhaler yang penggunaannya dihirup saja melalui mulut untuk melegakan napasnya.
"Penggunaan inhaler untuk pasien asma atau pasien yang menggunakan inhaler baik satu kali sehari maupun dua kali sehari, silahkan digunakan seperti biasa karena tidak membatalkan puasa," ungkapnya. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasien-dalam-pengobatan-tb-bolehkah-berpuasa-simak-pembahasan-berikut-ini_20180605_204758.jpg)