Internasional

Khamenei Beri Peringatan Keras Pada Siapapun yang Serang Iran

Khamenei bahkan memperingatkan, mereka yang mengecilkan bangsa Iran akan mendapatkan kejutan.

Khamenei Beri Peringatan Keras Pada Siapapun yang Serang Iran
internet
Rusia memperingatkan meningkatnya skala permusuhan Israel-Iran kini memasuki level sangat berbahaya. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, mengatakan Iran tak gentar jika dijatuhi sanksi berat terkait tuduhan mengembangkan nuklir.

Retorika ini disampaikan lewat pidato yang disiarkan televisi nasional Iran, dan dikutip Al Masdar News, Selasa (5/6/2018) WIB.

Khamenei bahkan memperingatkan, mereka yang mengecilkan bangsa Iran akan mendapatkan kejutan.

"Pernyataan yang dibuat sejumlah negara Eropa mengindikasikan mereka mengecilkan bangsa Iran, akan ikut memperkuat sanksi dan mengabaikan aktivitas nuklir mereka," kata Khamenei.

"Mari, saya katakan, pernyataan itu yang bermaksud membuat Iran lemah, adalah mimpi buruk yang tidak akan pernah terwujud," lanjut Ali Khamenei.

Pidato disampaikan saat peringatan ke-27 tahun meninggalnya pendiri Republik Islam Iran, yang tak lain ayahnya, Ayatullah Rohullah Ali Khomenei.

"Hari ini, pemuda-pemuda kami akan menjadi peluru kendali kekuatan nomer satu kita. Iran akan menyerang sepuluh kali lebih kuat jika Iran diserang," tegasnya berapi-api.

Suhu politik dan konflik di Teluk Persia meningkat tajam setelah AS menarik diri dari kesepakatan bersama nuklir Iran.

Manuver Presiden Trump itu bisa memprovokasi Iran kembali meningkatkan kapasitas produksi senjata nuklir.

Kesepakatan nullir yang diteken semasa Presiden Barrack Obama itu sesungguhnya menjadikan pengembangan nuklir Iran bisa diawasi oleh berbagai negara, termasuk badan PBB yang mengurusi senjata nuklir.

Kesepakatan nuklir Iran itu diikuti lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Terdiri AS, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan Jerman.

Keluarnya AS dari kesepakatan nuklir ini belum diikuti perubahan sikap empat negara lain. Setelah manuver itu, Washington mengeluarkan sanksi baru terhadap Iran.

Antara lain mengisolasi satu-satunya maskapai penerbangan Iran yang mengoperasikan pesawat kepresidenan Iran.

Semua pihak dilarang bekerjasama di udara maupun darat dengan maskapai ini.(Tribunjogja.com/AMN/xna)

Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved