Breaking News:

Ramadan 1439 H

Simak Pembahasan Berikut Apabila Lansia Ingin Berpuasa

Kapasitas fungsional turun satu persen setiap tahun setelah umur 30 tahun. Lalu bagaimana jika pasien geriatri ingin menjalankan ibadah puasa?

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri RS "JIH" dr Probosuseno SpPD Kger(K) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pasien geriatri atau lanjut usia (lansia) adalah pasien berusia 60 tahun ke atas dengan dua penyakit atau lebih atau memiliki sindrom Geriatri.

Ciri-ciri pasien lansia memiliki penyakit lebih dari satu macam dan sering tidak jelas gejalanya.

Selain itu, pada lansia juga mengalami perubahan fisik yakni kapasitas fungsional yang mengalami penurunan mulai dari puncak ujung kepala sampai ujung kaki yang dimulai sejak usia 30 tahun.

Kapasitas fungsional turun satu persen setiap tahun setelah umur 30 tahun.

Lalu bagaimana jika pasien geriatri ingin menjalankan ibadah puasa?

Baca: Pemkot Yogyakarta Berikan Jadup Kepada 667 Lansia

Pasien geriatri dapat menjalankan ibadah puasa, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti sehat, kondisi fisik stabil, dan terkontrol penyakitnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri RS "JIH" dr Probosuseno SpPD Kger(K) menyampaikan, puasa pada geriatri yang terpenting adalah sahurnya.

"Lansia boleh berpuasa, yang penting jangan lupa sahur, perbanyak sayur dan buah agar tidak sembelit, olahraga kecil seperti jalan kaki," papar Probosuseno dalam acara Ngaji Sehat on Facebook Bersama Rumah Sakit JIH pada Sabtu (2/6/2018)

Selain itu ia juga berpesan pada lansia sewaktu berbuka puasa tidak disarankan untuk langsung mengkonsumsi makanan berat, tetapi minum manis dahulu, setelah ibadah baru makan besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved