Sains

Otak Lebih Sehat dengan Belajar Musik dan Bahasa

Kemampuan polyglot (bisa lebih dari dua bahasa) sekaligus gemar memainkan alat musik bisa menjaga otak tetap sehat.

Tayang:
Editor: Ari Nugroho
kompas.com
ilustrasi sel otak 

Para bilingual juga cepat merespons suara yang diperdengarkan, kendati tidak secepat musisi.

Sedangkan mereka yang bukan pemusik dan hanya bicara dalam satu bahasa lebih lambat menangkap informasi suara.

“Orang-orang yang berkomunikasi dua bahasa mungkin butuh waktu lebih lama untuk memproses suara. Pasalnya informasi tersebut mesti dicerna dulu lewat dua bahasa,” ujar Dr Alain.

Ini sesuai dengan gambaran aktivitas otak para bilingual.

Alain menambahkan, area pemahaman bicara di otak lebih aktif dibanding area lain.

Dengan demikian, otak para polyglot dan musisi sudah langsung tahu area mana yang mesti dipakai ketika merekam memori.

Bagian otak langsung sigap dan mengetahui fungsinya masing-masing.

Sehingga, otak tidak perlu bekerja keras mengaktifkan seluruh jaringannya, padahal tidak terpakai.

Temuan ini sekaligus mengarahkan pada pemikiran mendatang bahwa musik dan bahasa mampu menangkal demensia dan penurunan fungsi kognitif.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belajar Bahasa dan Musik Bikin Otak Lebih Sehat, Ini Alasannya", https://sains.kompas.com/read/2018/06/01/195127923/belajar-bahasa-dan-musik-bikin-otak-lebih-sehat-ini-alasannya.
Penulis : Shela Kusumaningtyas
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved