DIY

Komunitas Kretek: Jangan Munafik, Pemerintah Butuh Kretek

Dalam aksi tersebut, beberapa peserta mengenakan kaos merah, yang berjejer membentuk tulisan #Terimakasihkretek.

Komunitas Kretek: Jangan Munafik, Pemerintah Butuh Kretek
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Komunitas Kretek menggelar aksi di kawasan Tugu Yogyakarta, Rabu (30/5/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - "Berharap kedepannya pemerintah tidak munafik. Pemerintah butuh kretek, kretek menyumbang pemasukan besar untuk negara,"

Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Kretek, Aditia Purnomo setelah aksi yang dilakukan di Tugu Pal Putih Yogyakarta (30/5/2018).

Dalam aksi tersebut, beberapa peserta mengenakan kaos merah, yang berjejer membentuk tulisan #Terimakasihkretek.

"Aksi ini untuk melawan hari tanpa tembakau. Pemerintah tidak perlu mendiskreditkan kretek, buat saja regulasi supaya yang berkecimpung di dunia tembakau itu merasa aman. Kretek menyumbang mendapatan besar, dan membantu aspek sosial, ekonomi, kesehatan," kata Adit.

Ia mengatakan melalui Hari Tanpa Tembakau seolah-olah menihilkan peran kretek.

Justru seharusnya malah berterimakasih daripada mendiskreditkan.

Baca: Komunitas Kretek Dorong Pemerintah Daerah Sediakan Tempat Khusus untuk Merokok di Ruang Publik

"Daripada kasih gambar-gambar mengerikan, mending pemerintah kasih pengetahuan untuk tidak sembarangan merokok. Biar perokok juga mengonsumsi barang legal dengan rasa aman, pekerja khsuusnya petani tembakau, dan supaya industri tidak gulung tikar," lanjutnya.

Untuk melawan Hari Tanpa Tembakau, Adit mengatakan melakukan aksis kreatif di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Yogyakarta menjadi tempat terakhir aksi.

Baca: Gelar Aksi di Tugu Pal Putih, Komunitas Kretek Ingin Hapus Stigma Negatif yang Melekat pada Perokok

"Jakarta dipilih untuk mewakili basis konsumen terbesar, sementara Surabaya untuk mewakili industri kretek, dan Yogyakarta adalah tempat terakhir, kretek adalah bagian dari kebudayaan, makanya ditutup di kota Budaya," kata Adit.

"Selain itu, besok juga ada pawai sepeda sama bagi takjil. Kami berbagi dan bergembira. jadi yang kita angkat adalah campaign yang bahagia untuk lawan hari tanpa tembakau. Lha daripada diberikan gambar-gambar serem," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved