Hari Raya Waisak 2018

Kirab Sarana Puja Buka Rangkaian Prosesi Waisak 2562 BE di Candi Sewu

Rombongan kirab juga membawa Gunungan, tumpeng, serta Lambang Garuda Pancasila.

Kirab Sarana Puja Buka Rangkaian Prosesi Waisak 2562 BE di Candi Sewu
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Suasana pembukaan Upacara Peringatan Waisak 2562 BE di Candi Sewu, Selasa petang (29/05/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Upacara Peringatan Waisak 2562 BE/2018 mulai dilaksanakan pada Selasa sore (29/05/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

Upacara dibuka dengan arak-arakan Sarana Puja yang berjalan dari Candi Plaosan menuju Candi Sewu yang menjadi pusat upacara dilakukan.

Arak-arakan Sarana Puja ini membawa berbagai persembahan, terutama 7 air suci dari 7 sumber mata air serta obor Api Abadi Merapen dari Grobogan, Jawa Tengah.

"Rombongan juga membawa patung sebagai perwujudan Buddha," jelas Bikhu Ditthisampanno Tera selaku Ketua Panitia Pelaksana Upacara Waisak 2562 BE di Candi Sewu.

Rombongan kirab juga membawa Gunungan, tumpeng, serta Lambang Garuda Pancasila.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima Tribunjogja.com dari Sangha Agung Indonesia selaku pelaksana, iring-iringan gunungan ini juga sesuai dengan tema yang diusung.

"Tema besarnya adalah Harmoni Dalam Kebhinekaan Untuk Bangsa, sebagai cerminan semangat dari pelopor kebangkitan Agama Buddha Indonesia," demikian pernyataan rilis tersebut.

Saat ini, upacara peringatan Waisak memasuki waktu jeda untuk menghormati umat Muslim yang baru saja berbuka puasa.

"Upacara akan dilanjutkan kembali pukul 18.00 WIB," jelas pembawa acara.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved