Harga Melon
Sempat Meroket di Awal Ramadan, Harga Melon di Bantul Kembali Merosot
Sempat meroket di awal ramadan, harga melon di Bantul kembali merosot.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM - Buah Melon menjadi satu di antara buah yang segar dan pas untuk dihidangkan ketika berbuat puasa. Tak heran, awal Ramadan 1439 H harga komoditas buah ini meroket cukup tinggi.
Petani buah Melon di Bantul, Eko Harianto, mengatakan, pada awal bulan puasa harga buah bulat hijau ini mencapai angka Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu perkilogram. Atau sekira Rp 30 juta per 6 ton hasil panen.
Namun, belakangan, ketika memasuki pertengahan puasa, harga buah Melon ini mulai merosot turun.
"Menjelang pertengahan puasa ini harganya jatuh, panen 6 ton, yang dulunya bisa Rp 30 juta, sekarang harganya cuma Rp 12 juta," ujar Eko, ketika ditemui tengah panen, di daerah Bakulan, Jetis.
Ia berpendapat, merosotnya harga komoditas buah melon lebih dikarenakan panen yang cukup melimpah di beberapa daerah penghasil melon.
"Daerah-daerah banyak yang panen, jadi harganya jatuh," ungkap dia.
Baca: Harga 2 Melon Yubari Setara 27 Unit Motor Honda Vario 125 Advance Terbaru
Kendati harganya merosot turun, Eko masih bersyukur karena dengan harga Rp 12 juta per 6 ton, dirinya masih bisa meraup keuntungan. Meskipun terbilang sedikit.
Sebagian uang hasil penjualan itu, ia masih harus gunakan untuk menyisihkan harga sewa tanah dan memutar pendapatan pada usaha lain.
"Harga segini juga sebenernya sudah menguntungkan, tetapi ya segitu, hanya sedikit. Untuk memulai usaha lagi," beber dia.
Lebih lanjut, Eko memprediksi, meskipun saat ini harga mengalami penurunan, namun harga buah melon ini akan kembali meroket naik ketika menjelang hari raya.
"Saya yakin menjelang lebaran harga akan naik lagi. Tapi melon saya sudah panen. Melon kan nggak bisa ditahan karena busuk," tuturnya.
Petani melon lain, Budi Wijono, mengatakan, meskipun harga melon turun cukup drastis.
Namun, di tingkat petani, harga ini masih cukup standar untuk menutup modal dan biaya produksi.
"Untuk awal bulan Ramadan bagus. Tapi pertengahan puasa ini harganya hancur menurun. Tetapi untuk petani, harga ini masih standar. Masih standar, karena lebih baik dari hari biasa," ucap Budi. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sempat-meroket-di-awal-ramadan-harga-melon-di-bantul-kembali-merosot_20180528_095548.jpg)