Ramadan 1439 H
Sanggar Kalam Asah Potensi Anak Muda di Bidang Seni Kaligrafi
Potensi anak muda di sana diasah dengan tujuan akhir agar mereka bisa hidup mandiri dari seni kaligrafi.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sanggar Kalam yang berada di Jalan Kantil, Krapyak kulon, Panggungharjo, Sewon, menjadi wadah anak muda untuk mengembangkan bakat seni melalui tulisan kaligrafi.
Potensi anak muda di sana diasah dengan tujuan akhir agar mereka bisa hidup mandiri dari seni kaligrafi.
Mochammad Masbkhin, pembina sekaligus pendiri sanggar ini mengatakan, Sanggar Kalam didirikan setelah ia melihat banyak potensi di bidang seni yang dimiliki pemuda-pemudi Krapyak, namun tidak ada yang mewadahinya.
"Banyak anak pondok, dan masyarakat yang memiliki potensi, tapi tidak ada wadah untuk mengembangkan bakat mereka," ujarnya, Senin (28/5/2018).
Atas hal itu, maka dia berinisiatif membuat Sanggar Kalam.
Kalam yang berarti perkataan, maka dia ingin menyampaikan pesan moral melalui perkataan yang tertuang dalam tulisan kaligrafi.
Baca: Remaja Sekarang Pun Piawai Belajar Menulis Seni Kaligrafi Berumur Ribuan Tahun
"Kami memilih kaligrafi karena kami ingin berdakwah lewat tulisan. Kami memilih tulisan karena tulisan itu abadi, dan yang jelas akan menjadi jariah," tambahnya.
Yang semula Sanggar Kalam hanya beranggotakan tiga orang, kini sudah ada 160 anak yang bergabung.
Tak hanya mengajarkan metode kaligrafi konvensional, tapi di sanggar ini, anak-anak dilatih mengembangkan gaya kaligrafi dengan pendekatan seni rupa.
"Sehingga nanti larinya bisa ke kontemporer juga. Pokoknya di sini kami kembangkan sesuai minat anak," ucapnya.
Sanggar ini pun menghasilkan anak-anak yang memiliki prestasi juara di berbagai lomba kaligrafi, mulai tingkat daerah hingga nasional.
Karya seni mereka juga sering menghiasi pameran-pameran dan dapat dimiliki masyarakat umum dengan membelinya.
Baca: Seni Lukis Kaligrafi Dapat Tingkatkan Akhlak Anak
Gaung mereka sudah meluas, hingga banyak yang memesan karya mereka dari berbagai pelosok negeri seperti Aceh, Medan dan Flores.
Bahkan karya mereka juga sudah merambah manca negara seperti di Malaysia dan negara timur tengah.
Kaligrafi kini sudah bisa menghidupi sanggar dan anggotanya.