Internasional
Bela Basis ISIS dan Pemberontak, AS Ancam Gempur Pasukan Suriah
Pasukan Damaskus sudah mendekati Daraa, namun pemerintah AS mengirimkan pesan keras agar Suriah tidak nekat merebut Daraa.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Setelah pembebasan Ghouta Timur, Kamp Yarmouk dan Hajar Aswad dari tangan ISIS dan pemberontak, pasukan Suriah kini bersiap merebut kontrol atas Provinsi Daraa.
Daerah ini terletak barat daya Damaskus, dan merupakan titik pertama meletusnya pemberontakan yang memicu perang brutal di seluruh Suriah pada 2011.
Pasukan Damaskus sudah mendekati Daraa, namun pemerintah AS mengirimkan pesan keras agar Suriah tidak nekat merebut Daraa.
Peringatan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri AS, dan dirilis dalam pernyataan resmi, Sabtu (26/5/2018) waktu Washington, sebagaimana dikutip Sputnik, Minggu (27/5/2018) pagi WIB.
Baca: Pesawat Tempur Koalisi Pimpinan AS Serang 2 Basis Militer Suriah
AS berdalih Daraa masuk zona deeskalasi yang disepakati Presiden Donald Trump dan Presiden Putin pada Juli 2017.
Deescalation zone berarti tidak boleh ada ofensif militer dari semua pihak di wilayah itu.
Daraa yang memiliki akses langsung ke Yordania, saat ini dikuasai dan jadi basis sisa kelompok kejam ISIS atau Daesh.
Daraan juga jadi kantong kelompok-kelompok pemberontak yang dipersenjatai koalisi AS, Arab, dan Turki.
Pemerintah Suriah telah menyebarkan selebaran lewat udara ke penduduk Daraa, agar menghentikan perang, menyerah dan berdamai dengan pasukan negara.
Baca: ISIS Beraksi di Deir ez-Zor, Jet Tempur AS Ikut Gempur Pos Militer Suriah
Jika melawan, mereka akan menghadapi konsekuensi keras dan mematikan.
Pembebasan Daraa dari tangan teroris kini jadi target utama Presiden Bashar Assad.
"Kami menyesalkan rezim Suriah bertindak membahayakan gencatan senjata, membuat konflik akan menyebar," kata juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert.
"Sebagai penjamin zona deeskalasi bersama Rusia dan Yordania, AS akan mengambil semua tindakan yang diperlukan merespon tindakan rezim Assad," lanjut Nauert.
Baca: Israel Ancam Serang Balik Jika Suriah Tembaki Jet Tempurnya
Sikap dan reaksi Washington ini aneh karena Daraa adalah wilayah sah Suriah.
Pemerintah Damaskus bertindak memulihkan kedaulatan negaranya dari penguasaan ISIS dan kelompok pemberontak lainnya.
Langkah agresif AS ini mengindikasikan Washington tidak menghendaki kekuatan ISIS dan kelompok-kelompok bersenjata dukungan AS, Israel, Arab, Turki dihabisi oleh pasukan Suriah.(Tribunjogja.com/ Sputnik/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/digempur-pasukan-demokratik-suriah-65-komandan-isis-terkepung-di-lembah-eufrat_20180523_201000.jpg)