Techno
Hadiri VivaTech, Mark Zuckerberg Sempat Sebut Soal Pemilu Indonesia 2019. Ada Apa?
Setelah pemilu Amerika Serikat 2016, Mark meyakinkan kini dia dan timnya telah lebih siap untuk menghalau intervensi pihak lain dalam bentuk konten.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM - Tak hanya bicara soal privasi pengguna, CEO Facebook, Mark Zuckerburg juga bahas 'musim pemilu' termasuk di Indonesia.
Mark Zuckerber menghadiri VivaTech Conference 2018 di Paris, di mana dia memiliki sesi tanya jawab bersama Maurice Levy, Kamis (24/5/2018) sekitar pukul 23.00 WIB.
Acara wawancara ini disiarkan secara langung di akun Facebook Mark, yang telah ditonton lebih dari 2.1 juta pengguna.
Dalam sesi ini, pria asal New York ini menjawab berbagai pertanyaan yang sebagian besar tentang privasi, keamanan, dan data pengguna Facebook.
"Semua orang peduli pada privasi. Itulah mengapa kami memberi kontrol pada pengguna dan berusaha untuk tetap transparan," kata Mark.
Baca: Mark Zuckerberg: Tidak Ada Jaminan Orang Baik Menggunakan Facebook dengan Baik
Menurut Mark, kontrol itu termasuk pengguna memiliki kemampuan untuk mengatur sendiri data diri mana yang ingin mereka bagikan.
Maurice kemudian mengajukan pertanyaan tentang bagaimana Facebook menanggung tanggung jawab terhadap konten yang dibagikan pengguna lain?
"Konten pantas dan tidak pantas, setiap orang di setiap negara memiliki pandangan yang berbeda, dan kami sedang mencari jalan keluarnya," jawabnya.
Mark juga menyebutkan 'musim pemilu' akan berlangsung dan Facebook bersiap untuk menurunkan konten yang mengandung kampanye negatif, ujaran kebencian, dan berita palsu.
Sebagai media sosial yang memiliki lebih dari dua miliar pengguna, Facebook tentu menjadi media yang bagus untuk berkampanye politik.
Baca: Pemerintah Tegaskan ASN Terlibat Politik Praktis dalam Pemilu Akan Ditindak Tegas
Namun, Mark dan timnya juga bertanggung jawab atas kenyamanan pengguna lain, termasuk soal konten selama kampanye nanti.
"Lihat tahun 2016, kami terlambat untuk mengetahui intervensi Rusia di pemilihan presiden Amerika Serikat," ujar pria yang kini tinggal di California ini.
Dalam konteks ini, Mark mengakui timnya terlambat dalam merespon isu-isu dan berita negatif, yang coba dibagikan oknum pihak Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.
Setelah pemilu Amerika Serikat 2016, Mark meyakinkan kini dia dan timnya telah lebih siap untuk menghalau intervensi pihak lain dalam bentuk konten.
Baca: Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Sosialisasikn UU Pemilu
"AI kami juga kini mampu menurunkan akun-akun palsu yang menyebarkan isu-isu negatif selama pemilu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mark-zuckerberg-di-vivatech-paris_20180525_045801.jpg)