Techno
Facebook dan Google Diawasi Semakin Ketat di Vietnam
Salah satu peraturan baru yang dicanangkan pemerintah Vietnam bulan lalu menyatakan bahwa platform media sosial harus menyingkirkan konten terlarang
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Vietnam telah menerapkan peraturan internet yang ketat sejak 2013.
Posting di media sosial yang dinilai anti-pemerintah dan keamanan nasional diblokir.
Begitu juga dengan posting yang dinilai menyebarkan “kebencian dan konflik” serta bersifat “merugikan citra organisasi atau individu.”
Ke depan, pengawasan internet di negeri komunis ini bakal lebih ketat lagi, khususnya terhadap Facebook dan Google (termasuk YouTube) yang menjadi tujuan terpopuler warganet Vietnam.
Sebuah rancangan undang-undang baru terkait persoalan cybersecurity rencananya akan dibahas oleh parlemen Vietnam bulan ini.
Apabila disahkan, maka undang-undang itu antara lain bakal mengharuskan perusahaan-perusahaan internet untuk menyimpan data pengguna secara lokal di server di Vietnam, juga membuka kantor di sana.
Dirangkum KompasTekno dari Reuters, Senin (21/5/2018), pihak Facebook mengatakan aturan baru tersebut bakal lebih banyak membatasi konten.
Google menolak berkomentar soal ini.
Keduanya memberi pernyataan bahwa mereka harus menaati hukum di negara tempat beroperasi.
“Laporan transparansi” terbaru dari Facebook yang dirilis pekan lalu memunjukkan bahwa perusahaan jejaring sosial itu mulai memblokir konten di Vietnam yang dinilai melanggar ketentuan pemerintah pada paruh kedua 2017.
Setidaknya ada 22 kasus pemblolkiran konten oleh Facebook di Vietnam, meski sebagian besar merupakan tindak lanjut dari laporan pencemaran nama baik, bukan atas permintaan langsung dari pemerintah.
Sementara itu, pada 2017 Google menerima permintaan dari pemerintah Vietnam untuk menghapus 6.500 video di YouTube yang sifatnya mengkritisi pemerintah.
Salah satu peraturan baru yang dicanangkan pemerintah Vietnam bulan lalu menyatakan bahwa platform media sosial harus menyingkirkan konten terlarang dalam waktu tiga jam setelah menerima laporan dari pemerintah.
Belum jelas bagaimana kebijakan tersebut akan berdampak terhadap Facebook dan Google.
Di satu sisi, pemerintah Vietnam getol mendorong pertumbuhan ekonomi digital negerinya, terutama e-commerce dan online banking.