Inspiring Beauty
Irene Sanita : Dokter Gigi Itu Ibarat Seorang Seniman
Ia menganggap profesi dokter gigi ibarat seorang seniman, lantaran ia juga harus belajar estetika tentang bagaimana cara menangani gigi yang benar.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM - drg Irene Sanita Lanny mengaku bahwa ia justru sangat senang saat melayani pasien-pasiennya.
Apalagi setelah melihat senyum mereka usai menjalani pemeriksaan.
"Senyum sehat mereka buatku lebih mahal daripada biaya yang mereka keluarkan," ungkap dokter gigi ini.
Irene terhitung baru berprofesi sebagai dokter gigi.
Ia baru lulus proses ko-ass pada Mei 2017, persis setahun yang lalu.
Bahkan kelulusannya ini lebih cepat dari yang seharusnya.
"Seharusnya aku lulus ko-ass Agustus 2017. Tapi ternyata bisa lebih cepat," ujar Irene yang mendapatkan gelar Cum Laude, Lulusan Tercepat, dan IPK tertinggi dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM ini.
Ko-ass bagi banyak calon dokter adalah masa-masa terberat dalam meraih gelar.
Namun Irene justru merasa senang dengan kegiatan tersebut.
Selama masa ko-ass, ia bahkan rela mendatangi rumah warga satu per satu dan mengetuk pintu rumahnya.
"Motivasinya tidak akan pulang kalau belum dapat pasien," kata dara kelahiran 13 Agustus 1993 ini.
Pengalamannya yang paling berkesan saat ko-ass adalah ketika mengunjungi pemukiman warga di bawah Jembatan Gondolayu Yogyakarta.
Di sana ia bertemu semua jenis profesi, dari tukang becak sampai waria.
Bagi Irene, mereka tidak hanya pasien tetapi juga memberi banyak ilmu ke dirinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/drg-irene-sanita-lanny_20180512_234019.jpg)